TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Duel antara PSBS Biak vs PSIM Yogyakarta akan menjadi ajang adu taktik antara pelatih asal Eropa.
PSBS Biak dilatih Marian Mihail asal Rumania dan PSIM ditukangi oleh Jean-Paul van Gastel asal Belanda.
PSIM Yogyakarta hanya memiliki waktu empat hari untuk melakukan persiapan menghadapi PSBS Biak pada pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026.
Pertandingan kedua tim akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (27/2/2026) pukul 20.30 WIB.
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, mengatakan fokus utama jelang laga tersebut adalah pemulihan kondisi pemain.
Pasalnya, timnya baru saja bertanding melawan Bali United pada Senin (23/2/2026) di Stadion Sultan Agung, Bantul.
“Persiapannya singkat, juga pertandingan yang kami mainkan setelah ini (lawan Semen Padang), jadi pertandingan itu juga persiapannya sedikit, beberapa hari untuk pulih dan mempersiapkan pemain saya,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Ia juga menilai, setelah menghadapi PSBS Biak, timnya sudah ditunggu Semen Padang dan Persijap Jepara dengan jeda pertandingan yang juga cukup singkat.
“Jadi bagi saya tidak aneh tapi janggal bahwa begitu banyak pertandingan dalam waktu singkat yang dimainkan,” katanya.
Meski jadwal pertandingan cukup padat, PSIM tak boleh berleha-leha. Sebab, posisinya di peringkat tujuh klasemen baru saja digeser Bhayangkara FC.
PSIM kini turun ke peringkat delapan dengan 33 poin, tertinggal dua angka dari Bhayangkara yang mengoleksi 35 poin.
Baca juga: Pernah Bikin Geger di SSA, PSBS Biak Bidik Kemenangan dari PSIM Yogyakarta di Maguwoharjo
Laga kontra PSBS Biak juga menjadi ujian konsistensi bagi PSIM. Dalam lima pertandingan terakhir, mereka belum sekalipun meraih kemenangan.
PSIM mencatat tiga hasil imbang dan dua kekalahan pada putaran kedua ini.
Merespons catatan tanpa kemenangan tersebut, pelatih asal Belanda itu menilai penilaian semacam itu mudah diucapkan, tetapi setiap pertandingan memiliki konteks yang berbeda.
“Memang kami tidak menang dalam lima pertandingan, tapi saya pikir mudah untuk mengatakannya, anda benar kami tidak menang dalam lima pertandingan, tapi saya pikir mudah untuk mengatakan di mana masalahnya karena setiap pertandingan adalah konteks yang berbeda,” akunya.
Ia menjelaskan, saat kalah dari Persebaya Surabaya, timnya tampil tidak dalam kondisi ideal. Bahkan, Rahmatsho dan Rio Hardiawan dimainkan sebagai bek tengah, meski bukan posisi aslinya.
“Jika anda melihat Persebaya di sini, kami berakhir dengan Rahmatsho dan Rio sebagai bek tengah, jadi kami punya masalah saat itu. Di Borneo kami kebobolan di waktu tambahan, kami kebobolan 2-1,” sambungnya.
“Lawan Persis Solo, saya pikir jumlah peluang yang kami buat banyak sekali, saya pikir kami seharusnya memenangkan pertandingan itu,” katanya.
“Pertandingan Persik Kediri, saya pikir hasil imbang adalah hasil maksimal bagi kami. Dan besok ini juga pertandingan yang berbeda,” imbuhnya.
Sementara itu, ambisi mencuri poin penuh diusung PSBS Biak saat menantang PSIM Yogyakarta dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026.
Pelatih PSBS, Marian Mihail, menegaskan timnya datang dengan tekad kuat untuk membawa pulang tiga poin.
Evaluasi menyeluruh telah dilakukan usai laga sebelumnya demi memperbaiki kekurangan yang masih terlihat.
“Kami telah melihat pertandingan sebelumnya melawan Persis. Kami evaluasi pertandingan kemarin dan kesalahan-kesalahan di pertandingan kemarin kami perbaiki,” ujar Marian Mihail, Kamis (26/2/2026).
Ia berharap para pemain mampu memetik pelajaran dari laga terdahulu, baik dari sisi positif maupun negatif. Fokus utama kini adalah tampil lebih solid dan efektif saat menghadapi Laskar Mataram.
“Saya berharap para pemain mempelajari apa yang telah kami lakukan, ambil sisi positif dan negatif. Kami akan memperbaiki semua aspek, kami ingin tampil bagus melawan PSIM dan berjuang untuk mendapat tiga poin,” tegasnya.
Pada pertemuan pertama musim ini di Stadion Sultan Agung, PSBS sempat membuat geger penonton tuan rumah ketika unggul 2-0 atas PSIM terlebih dahulu.
Namun keunggulan itu gagal dipertahankan setelah Laskar Mataram mampu bangkit dan membuat kedudukan sama kuat.
Menurut pelatih asal Rumania tersebut, setiap pertandingan di Liga Indonesia selalu menghadirkan cerita berbeda. Hasil masa lalu tak bisa dijadikan patokan.
“Liga Indonesia setiap pertandingan tidak sama. Apa yang terjadi di pertandingan pertama adalah satu hal, sekarang adalah hal lain. Kami harus kerja keras, kasih yang terbaik untuk mencuri poin,” katanya.
Secara klasemen, kedua tim terpaut cukup jauh. PSBS saat ini berada di peringkat ke-15 dengan 18 poin, sedangkan PSIM menempati posisi kedelapan dengan 33 poin.
Salah satu pekerjaan rumah terbesar Badai Pasifik adalah sektor pertahanan. Hingga pekan ini, PSBS tercatat sebagai tim dengan jumlah kebobolan terbanyak, yakni 45 gol.
“Taktikal tidak akan berubah, kami akan perbaiki sedikit saja. Bermain lebih berhati-hati apalagi di lini belakang. Secara statistik kami paling banyak kebobolan. Tapi kami akan berusaha memberi yang terbaik dan mencuri poin,” paparnya.
Meski ada beberapa pemain yang mengalami cedera ringan, Mihail memastikan kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan. Ia tetap optimistis dengan kedalaman skuad yang dimiliki.
“Ada beberapa pemain yang cedera tapi tidak parah. Kami berharap mereka bisa kembali cepat. Kita punya kemampuan juga dengan pemain-pemain lain, kami berharap mereka bisa kasih yang terbaik,” tutupnya.
PSBS Biak (4-3-3)
Geraldo Manuel: Arif Budiyono, Nurhidayat, Pablo Andrade, Sandro Sene: Myeonghyeon Hwang, Luquinhas, Eduardo Barbosa: Damianus Adiman, Ruyery, Heri Susanto.
PSIM Yogyakarta (4-3-3)
Cahya Supriadi: Yusaku Yamadera, Jop van der Avert, Franco Ramos, Raka Cahyana: Rahmatsho, Ze Valente, Fahreza Sudin, Riyatno Abiyoso, Nermin Haljeta, Ezequiel Vidal.