TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA – Peristiwa meninggalnya seorang warga Desa Nyanglan, I Wayan Rencana Yasa (39) akibat tersambar petir saat memancing di Danau Batur, menjadi peringatan bagi para penghobi mancing agar lebih memperhatikan faktor keselamatan.

Terutama memancing saat hujan, yang sangat beresiko jika menggunakan joran berbahan karbon.

Seorang konten kreator yang postingannya kerap mengedukasi pemancing, Agung Putra menjelaskan, ada beberapa hal mendasar yang harus diperhatikan saat mancing dalam situasi cuaca buruk.

Baca juga: Ruas Jalan Denpasar - Gilimanuk Mulai Diperbaiki Jelang Arus Mudik Idul Fitri 1447 H

Misalnya saat hujan, hindari lokasi memancing di tempat terbuka, serta di bawah pohon yang rentan tersambar petir. 

"Pastikan memancing di lokasi aman. Sehingga saat kejadian tidak terduga, lokasi dekat diakses ke tempat parkir atau rumah warga," ujar Agung Putra yang juga pemilik Akun FB Bonal Petualang, Rabu (11/2/2026).

Ia mengatakan, seringnya kejadian pemancing tersambar petir, salah satu risiko terbesar berasal dari penggunaan joran berbahan karbon yang memiliki daya hantar listrik tinggi.

Baca juga: Prosesi Pembersihan Patung Dewa di Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap Berlangsung di Bawah Gerimis

Karbon merupakan penghantar listrik yang sangat baik, selain besi dan tembaga. Bahan karbon ini kerap menjadi behan utama dari joran pancing, yang sangat rentan menghantarkan listrik jika terjadi petir.


"Kalau menggunakan joran berbahan karbon, menurut saya kalau sudah mendung, atau hujan lebih baik stop saja mancing. Tunggu cuaca bagus baru lanjut lanjut mancing," ungkapnya.


Menurutnya kejadian serupa juga sempat terjadi di Pantai Wates, yang mana pancing berbahan karbon tersambar petir hingga meleleh. Beruntung tidak ada korban, karena saat itu joran pancing hanya ditancapkan di pesisir pantai.


"Saya kerap lihat juga, saat orang bawa joran karbon itu ditenteng begitu saja. Ini juga berbahaya saat hujan. Sebaiknya ditutup dengan kain, dan kalau hujan paling aman hentikan dulu memancing. Itulah sebabnya sering ada kejadian para pemancing tersambar petir," ungkap Agung Putra.


Menurutnya ada dua bahan yang kerap ditemui sebagai bahan joran pancing, selain karbon yang lebih aman yakni yang berbahan fiber.


 Sebenarnya pada produk joran kabon pabrikan, sudah dipasang tanda peringatan bahaya penggunaan petir. Biasanya berisikan tanda logo petir, namun hal ini sering kali luput dari perhatian, terutama oleh pemancing pemula.


"Tapi banyak juga joran karbon tidak ada penanda peringatan petir, biasanya joran yang murah-murah. Ini lah pentingnya para pedagang joran juga untuk eduksi ke pembeli, terutama ke para pelancing pemula," jelas pria asal Puri Den Carik Bangli tersebut.


Menurutnya, masih banyak pemancing pemula yang belum memahami bahaya tersebut, tetap memancing meskipun hujan turun walaupun menggunakan joran berbahan karbon.


“Keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama," ungkap dia. (mit)

Baca Lebih Lanjut
Kail Nyangkut Saat Mancing, Pemuda Nganjuk Tewas di Bendungan Semantok
Ndaru Wijayanto
Pertamina hadirkan Terminal Hijau dukung transisi energi rendah karbon
Antaranews
Mancing di Danau saat Hujan Lebat, 3 Orang Tersambar Petir hingga 1 Tewas
M Syofri Kurniawan
Diterkam Buaya saat Mancing, David Hilang Diseret ke Dalam Sungai
M Syofri Kurniawan
Data Ops Candi Jateng: Kecelakaan Naik Tapi Fatalitas Turun, Polisi Ungkap Bahaya Jalan Saat Hujan 
Muslimah
dr. Ambar Bagikan Tips Agar Make Up Tetap Awet dan Aman Saat Musim Hujan
Melia Istighfaroh
Potensi Cuaca Ekstrem BMKG, Kamis 5 Februari 2026: Hujan Sangat Lebat di DKI Jakarta
Tribun
Prakiraan Cuaca Sulawesi Tengah Jumat 6 Februari 2026, BMKG: Hujan Ringan di Hampir Semua Wilayah
Potensi Cuaca Ekstrem BMKG, Selasa 10 Februari 2026 Besok: Ibu Kota Berpotensi Hujan Lebat
Wahyu Gilang Putranto
PILU, Wayan Rencana Tersambar Petir Hingga Meninggal Dunia, Tinggalkan 2 Anak Masih Balita
Anak Agung Seri Kusniarti