Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Pramita Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Pasar murah di Kantor Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Jatim diserbu warga, Kamis (20/2/2025).
Pasar murah ini digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim bekerjasama dengan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo.
Pantauan di lokasi, pasar murah ini mulai dibuka pukul 08.00 wib. Pasar murah menyediakan bahan pokok, seperti beras, gula, minyak goreng dan telur.
Pun juga ada bawang merah, bawang putih, cabai rawit hingga cabai merah. Pun juga ada ikan segar dijual di Pasar Murah itu.
Informasi dihimpun bahwa barang yang dijual harganya di bawah pasar. Beraskita dengan kuota 200 kg, harganya adalah Rp 69 ribu per pack. Kemudian beras polos medium kuota 500Kg harga 62.500/pack.
Minyak goreng kita kuota 600 liter harga 17.500/liter. Gula GMM kuota 600 Kg harga 17.050/Kg dan Gula KTM kuota 250 Kg harga 17.500/Kg.
Bawang putih sinco kuota 3 kwintal harga Rp 35.000/kg, Bawang putih kating kuota 3 kuintal harga Rp 38.000/kg, Bawang merah kuota 2,5 kwintal harga Rp 24 ribu per kg. Telur kuota 100 kg, harga Rp 26 ribu/kg. Cabai rawit kuota 50 kg, 1 ons Rp 6000.
Cabai merah kuota 50 kg harga Rp 8.000/seprempat.
“Kebutuhan bahan pokok meningkat. Jadi ya beli di pasar murah mumpung harganya murah meriah,” ungkap salah satu warga, Ernawati di lokasi Pasar Murah.
Dia menjelaskan memanfaatkan momentum Pasar Murah karena barang yang dijual selisih Rp 1 ribu sampai Rp 2 ribu dibanding di pasaran.
“Kayak beras, bawang merah, bawang putih itu selisih Rp 1000. Lumayan mbak kalau seperti ibu-ibu seperti saya. Bisa buat jajan anak,” tegasnya.
Dia mengaku membeli beras, bawang merah dan gula pasir. Apalagi jelang Ramadan, kebutuhan beras dan gula putih cenderung meningkat.
Warga lain, Puji Lestari mengaku bahwa membeli minyak goreng 2 pcs, bawang merah, bawang putih juga cabai. Dia berharap pasar murah bisa dilanjut.
“Pasar murah itu bagus, bisa dilanjut tiap bulan terbantu, murah harganya lebih murah pasaran,” tambahnya.
Ketua tim kerja distribusi pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemprov Jatim, Sukemi mengaku bahwa barang yang dijual di Pasar Murah adalah di bawah pasar.
“Harga di bawah harga pasar, mempermudah akses masyarakat dapatkan bahan pokok. Dengan harga sewajarnya, stabilitas harga ini,” terangnya.
Menurutnya ini adalah langkah awal untuk ketahanan pangan lebih baik. Pasar murah dilaksanakan jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)
“Biasanya seperti itu jelang hbkn, terutama bulan Ramadan dan hari raya kita keliling ke 38 kota utk stabilitas harga,” pungkasnya.