Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Lokasi penyeberangan sungai melalui jembatan apung yang diberi nama Kepala Hiu di Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan menuju Desa Pante Baro Kumbang, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaaten Bireuen, Rabu (27/5/2026), berjalan normal.

Jembatan berbahan dasar batang kelapa tersebut menjadi salah satu alternatif bagi warga untuk kunjungan Lebaran Idul Adha dan aktivitas lainnya.

Amatan Serambinews.com, beberapa petugas berada di sisi timur dan barat jembatan. Setiap warga yang melintas menggunakan sepeda motor dikenakan biaya Rp5.000, sedangkan penumpangnya gratis.

Rahmat, seorang operator lapangan jembatan apung tersebut, kepada Serambinews.com mengatakan kondisi air Sungai Krueng Peusangan normal dan penyeberangan aktif sejak pagi dengan banyak warga yang melintas melalui jembatan tersebut.

“Sekarang agak sepi, mungkin sore dan besok akan ramai dibandingkan hari ini,” ujarnya.

Jembatan apung ini dibangun dari papan berbahan dasar batang kelapa dengan panjang sekitar 55 meter dan lebar 2,5 meter.

Baca juga: Kantor Kementerian Haji dan Umrah Bireuen Pindah, Ini Lokasinya 

Bagian bawah jembatan ditopang drum plastik berwarna biru. Pada bagian ujung dibuat menyerupai kepala hiu yang berfungsi memecah derasnya arus sungai.

Di kedua sisi jembatan dipasang pagar pembatas dan diletakkan pot bunga. Pada sisi Pante Lhong, jembatan disambung dengan perahu dan dapat dipindahkan apabila permukaan air sungai naik.

“Kami hanya mengutip Rp5.000 untuk satu sepeda motor, sedangkan orangnya gratis,” ujarnya.

Sejak jembatan putus akibat banjir bandang November lalu, sudah ada empat lokasi penyeberangan sungai yang digunakan warga di sepanjang Krueng Peusangan.

Adapun sarana penyeberangan tersebut berada di kawasan Blang Panjoe, dekat jembatan rangka baja Pante Lhong, Kecamatan Peusangan.

Di lokasi itu tersedia boat ketek berwarna oranye yang membantu warga dari arah Peusangan menuju Peusangan Siblah Krueng, tepatnya dari Desa Blang Panjoe ke Desa Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng.

Baca juga: VIDEO - Pawai Takbiran Semarakkan  Kota Bireuen, Simpang Empat Sempat Macet

Lokasi kedua berada di Ulee Jalan, Kecamatan Peusangan Selatan, yang membantu menyeberangkan siswa maupun warga dari Desa Ulee Jalan menuju Suak di sebelah selatan sungai.

Di Ulee Jalan terdapat enam perahu yang membantu warga setiap hari. Namun, ketika arus sungai deras, perahu ketek tidak berani beroperasi.

Boat ketek di Ulee Jalan menjadi andalan masyarakat dari enam gampong di seberang sungai, yakni Suak, Darul Aman, Tanjong Beuridi, Blang Mane, Darussalam, dan Pulo Harapan, serta masyarakat lainnya.

Kemudian, di Dusun Alue U, Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, warga juga masih menggunakan boat atau perahu untuk menyeberang.

Sejak jembatan gantung yang menjadi akses utama warga putus dihantam banjir bandang pada akhir November lalu, ratusan warga Dusun Alue U terpaksa menggunakan rakit dan perahu ketek untuk menyeberangi sungai.

Terakhir, hadir jembatan apung Kepala Hiu di Pante Lhong, Peusangan menuju Pante Baro Kumbang, Peusangan Siblah Krueng. (*)

Baca juga: 24 MIN di Bireuen Akan Sembelih 66 Lembu dan Empat Kambing Kurban

 

Baca Lebih Lanjut
Mulai Besok, Kendaraan Roda 4 dari Banda Aceh Menuju Medan Diarahkan ke Jembatan Awe Geutah Paya
Muhammad Hadi
Api Lahap Dua Rumah di Keude Matang Bireuen, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Muliadi Gani
Harga Daging Meugang Pertama di Kota Bireuen Rp 190 Ribu
Muhammad Hadi
Harga Daging Meugang di Bireuen Bertahan, Harga Ikan Masih Normal
Ansari Hasyim
Dianggap Nyaris Hilang, Peneliti Temukan Spesimen Hiu Gangga di Sungai Sesayap Kaltara
Ratino Taufik
Kemunculan Hiu di Kawasan The Nusa Dua Viral, DKP Bali: Warga Tak Perlu Panik 
Ida Ayu Suryantini Putri
Penampakan Hiu di The Nusa Dua, ITDC Pastikan Aman
Detik
Tak Lagi Bergantung Jala, Olis Latif Kini Mendayung Rezeki dari Wisata Hiu Paus Gorontalo
Fadri Kidjab
Jelang Iduladha, Aktivitas Penyeberangan di Pelabuhan Tanjung Kalian Didominasi Truk Angkutan
Hendra
Hiu Gangga yang nyaris punah ditemukan lagi di Sungai Sesayap Kaltara
Antaranews