BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Satu pesona wisata Kerbau Rawa di Desa Pulau Damar Banjang HSU Kalsel, jalanan sampai nacet
Keberadaan wisata kerbau rawa di Desa Pulau Damar Kecamatan Banjang selain menjadi tempat hiburan baru bagi masyarakat juga menjadi tempat banyaknya pedagang untuk berjualan.
Pengunjung menggunakan bahu jalan untuk berjualan sekaligus parkir kendaraan baik roda dua maupun roda empat.
Objek wisata ini muncul usai adanya pekerjaan pembangunan jalan yang menghubungkan Kecamatan Banjang menuju Pawalutan dan ke Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
Baca juga: Voli Popda 2026 Berakhir Sukses, Ini Komentar Kabid Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel
Baca juga: Jejak Terakhir Pelaku Penganiayaan Bocah Lima Tahun Hingga Tewas di Bintang Ara Tabalong Kalsel
Luasnya hamparan daerah rawa dimanfaatkan oleh warga yang memiliki kerbau rawa untuk objek wisata.
Kandang kerbau dibangun di pinggir jalan yang merupakan daerah rawa. Wisata kerbau rawa yang biasanya hanya bisa disaksikan di Kecamatan Paminggir kini bisa dilihat di Kecamatan Banjang tanpa harus menyeberangi rawa menggunakan kapal.
Tontonan hewan endemik Kabupaten HSU ini menjadi viral hingga akhirnya banyak yang mengambil kesempatan untuk berjualan. Aneka pedagang baik makanan dan minuman hingga mainan anak anak menggelar lapak di tepi jalan.
Rina yang berjualan gorengan mengatakan bagi warga sekitar Kecamatan Banjang ini menjadi berkah karena jalanan menjadi ramai setiap hari dan menjadi peluang usaha.
“Paling ramai setiap hari sabtu dan minggu, diakuinya setiap sore sekitar jam 16.00 jalanan akan sangat padat, kendaraan roda empat sulit untuk berselisihan,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).
Dodi salah satu warga mengatakan jalanan sangat padat menyebabkan kemacetan. Warga Pawalutan yang biasa memancing di di rawa Pulau Damar ini mengatakan biasanya pulang pada sore hari membutuhkan waktu 20 menit namun pada saat hari sabtu kemarin menjelang isya baru sampai rumah.
“Ada dua mobil yang berlawanan arah tidak bisa berselisihan karena jalan sudah digunakan setengah untuk pedang dan parkir ditambah sepeda motor yang terus menerobos dan banyaknya pejalan kaki, butuh pengaturan oleh pihak yang berwenang agar menjaga lalu lintas tetap bisa lancar terlebih kanan kiri jalan merupakan daerah rawa,” ujarnya.
Padahal jalan tersebut merupakan jalan alternatif untuk menghubungkan Kecamatan Banjang dan Desa Pawalutan menuju ke Kabupaten HST dan Balangan.
Cuma 25 Menit dari Pusat Kota
Wisata Kerbau Rawa saat ini tidak hanya bisa dilihat di Kecamatan Paminggir, di Desa Pulau Damar Kecamatan Banjang Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Untuk menuju ke lokasi membutuhkan waktu sekitar 25 menit dari pusat kota Amuntai. Kandang kerbau rawa berada di tepi jalan alternatif menuju ke Desa Pawalutan dan menuju kek Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HSU).
Jalan tersebut baru saja diperbaiki sehingga bisa dengan mudah dikunjungi oleh warga. Ada sekitar 50 ekor kerbau yang diletakkan di kandang.
Ini menjadi tontonan warga HSU bahkan dari luar daerah, kerbau rawa yang merupakan hewan endemik dari Kabupaten HSU ini memiliki keunikan dengan tubuhnya yang besar bisa berenang dalam waktu yang lama.
Tubuh kerbau rawa yang besar berwarba hitam dengan tanduk yang besar dan meruncing sangat disukai anak anak. Banyak sekali warga yang menjadikannya tontonan sehingga membuat lokasi tersebut sangat ramai.
Selain menyaksikan kerbau rawa pengunjung juga bisa mencoba pengalaman menaiki perahu yang disediakan warga sekitar.
Dengan membayar Rp 50 ribu pengunjung bisa mengelilingi rawa menggunakan peprahu bermotor. Jika ingin lebih murah bisa membayar perorangan menggunakan perahu motor yang lebih besar dengan pengunjung lain.
Raida salah seorang pengunjung mengatakan karena sedang viral sehingga jumlah pengunjung membludak dan menyebabkan lalu lintas macet.
"Untuk tempat jalan jalan bersama keluarga sangat cocok dan tidak membutuhkan banyak biaya," ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)