TRIBUNJATIM.COM - Alasan duel carok di Lumajang, Jawa Timur terungkap karena dendam lama yang tak kunjung reda.

Penyebabnya hanya karena daun nangka yang sempat diambil.

Duel carok ini melibatkan dua tukang ngarit yakni Abdul Karim Marzuki (55) dan Wasil (44).

Peristiwa itu terjadi di Desa Sumberwringin, Kecamatan Lumajang, Jawa Timur.

Baca juga: Akar Masalah Carok Maut di Lumajang, Berawal dari Daun Nangka hingga Dendam Menahun Antar Kerabat

Perseteruan dua kepala keluarga tersebut sudah berlangsung lama, hal itu dipicu ketika Saniyeh, istri Abdul Karim, mengambil rumput bercampur daun nangka.

Saniyeh mengaku jauh sebelum terjadi carok tersebut, suaminya sudah berkonflik dengan pelaku cukup lama gara-gara daun nangka.

"Saya ambil rumput, di situ ada daun nangka juga saya ambil. Kata tetangga, daun nangka itu musuh tersebut yang negor," ujarnya, Jumat (22/5/2026).

Dipicu Daun Nangka dan Labrakan di Kandang

Menurutnya, saat itu tetangganya tersebut menyarankan agar segera mengambilkan daun nangka tersebut, guna menghindari ribut antar tetangga.

"Terus sama saya kembalikan. Tapi tetangga yang ngasih tahu itu bilang, tidak apa-apa diambil wong sedikit, gitu orang yang bilangi ke saya," kata Saniyeh.

Keesokan harinya, lanjut dia, Wasil justru mendatangi rumahnya dan melabrak suaminya perkara daun nangka pakan ternak diambil tanpa izin.

"Besoknya Wasil datang ke rumah, marah-marah dan bilang 'sembarangan' katanya. Bilang kalau ambil rumput jangan sembarangan, saya negor itu payah. Pas bapak diam tidak semaur di kandang," kata dia.

Setelah itu putranya menghampiri pelaku, dan menyarankan agar mengambil kembali daun nangka tersebut jika keberatan, karena belum dikasihkan ke kambing.

"Anak saya bilang, sudah jangan gegeran. Malu tetangga, kalau sampean masih marah. Habisnya sekarang sudah, mau gimana maksudmu ayo sekarang biar beres, itu lantarannya," katanya.

Kasatreskrim Polres Lumajang AKP Prass Ardinata mengatakan, dua tukang ngarit yang duel carok tersebut masih tetangga dan punya hubungan kerabat.

"Masih kategori kerabat, informasi yang ada, mereka masih punya dendam lama," tambahnya.

Namun, dia mengaku masih melakukan penyelidikan dendam lama di balik kekerasan dengan pemberatan tersebut, dengan meminta keterangan saksi.

Kejadian tersebut berlangsung Kamis (21/5/2026) pukul 11.30 WIB.

Kata dia, saat itu Abdul Karim dan Wasil bertemu di jalan dan serempetan saat mengendarai sepeda motor.

"Saat perjalanan, korban yang mengalami luka berat ini menuju kebunnya. Terjadinya cekcok di situ, sehingga korban yang MD tidak terima," paparnya.

Setelah itu Abdul Karim kembali ke rumahnya untuk mengambil celurit.

Kemudian tukang ngarit ini mendatangi kembali Wasil di perkebunan sengon Desa Sumberwringin.

"Dan menantang duel hingga terjadi carok. Satu pihak meninggal di tempat dan satunya mengalami luka berat di bagian perut," ungkap Prass.

Prass mengungkapkan, pelaku carok bernama Wasil masih berjuang melewati masa kritis di RSUD dr Haryoto Lumajang usai menjalani operasi, sebab perutnya robek usai dibacok Abdul Karim.

Kesaksian

Kasus carok di Desa Sumberwringin Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur menjadi perhatian publik.

Duel dua tukang ngarit bersenjata tajam itu, membuat Abdul Karim Marzuki (55) tewas usia terkena sabetan celurit dari tetangganya bernama Wasil (44).

Sementara Wasil saat ini masih menjalani masa kritis di RSUD dr Haryoto Lumajang usia menjalani operasi pada bagian perut, usia ditebas celurit oleh Abdul Karim.

Baca juga: Duel Carok Tukang Ngarit di Lumajang , 1 Tewas, Pelaku Wasil Luka-luka

Dugaan Keterlibatan Adik Pelaku

Saniyeh, istri Abul Karim mengaku sempat menyaksikan suaminya dibacok adiknya Wasil, ketika kedua pencaruk tersebut sama sama terkapar di tanah usai saling bacok.

"Saya lihat sendiri, terus adiknya (pelaku) datang nambahi bacok bagian pundak, ketika suami saya masih duduk" ujarnya sambil menunjuk dua pundaknya, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, hal tersebut membah luka bacok semakin parah, sebab suaminya diserang mendadak saat sedang duduk bersimbah darah setelah caruk dengan Wasil. 

"Duduk sudah terluka, terus ditambahi lagi itu. Tapi nama adiknya (pelaku) saya tidak tahu, cuma orangnya tinggi,kuning dan kurus," kata Saniyeh.

Saniyeh mengaku sedang menggendong cucu saat menyaksikan moment tersebut, sehingga tidak bisa menolong cepat ketika suaminya diserang dadakan olah adiknya Wasil.

"Saya sambil gendong putu saya, tidak bisa mendekat. Itu (adik pelaku) langsung lari dan membacok," bebernya.

Perempuan umur 53 tahun tersebut sempat meneriaki adiknya Wasil dengan bahasa Madura, agar menghentikan tindakannya sebab kedua belah pihak sama sama sedang terluka.

Baca juga: Kronologi Lengkap Tukang Ngarit Carok di Lumajang, Satu Tewas, Bermula dari Dendam Lama

"La cong, padeh luka padeh sara (jangan nak, sama sama luka, sama sama parah) saya bilang gitu," bebernya.

Setalah itu, dia langsung pulang ke rumah untuk mengambil kain guna membalut luka suaminya, setalah terkena tebasan celurit Wasil.

"Terus saya balik, bapak sudah tidak ada (nyawanya)," imbuh Saniyeh.

Sementara, Kasatreskrim Polres Lumajang AKP Pras Ardinata mengaku masih menyelidiki, dugaan adanya pihak lain yang terlibat atas tewasnya Abdul Karim tersebut.

"Ini baru mau diperiksa saksi saksinya, ini mau diperiksa istri korban dulu. Soalnya masih tetanggan kan," tanggapnya.

Baca Lebih Lanjut
Akar Masalah Carok Maut di Lumajang, Berawal dari Daun Nangka hingga Dendam Menahun Antar Kerabat
Sudarma Adi
Motif Abdul Karim dan Wasil Carok Maut di Lumajang, Bermula dari Daun Nangka untuk Pakan Ternak
Rr Dewi Kartika H
Gara-gara Daun Pisang, 2 Pria Saling Carok di Lumajang hingga Satu Tewas, Ini Pengakuan Istrinya
Musahadah
Kronologi Lengkap Tukang Ngarit Carok di Lumajang, Satu Tewas, Bermula dari Dendam Lama
Januar
Carok Antar Tetangga di Lumajang Disaksikan Sang Istri, Satu Orang Tewas dan Lainnya Terluka 
Haorrahman
Abdul Karim Pamit Berangkat Duel Carok di Lumajang, Istri Ungkap Pesan Terakhir Suami: Saya Pasrah
Ndaru Wijayanto
Pamitan Terakhir Suami Sebelum Tewas karena Carok, Ngotot Tak Terima Saran Istri : Hatinya Mantap
Ardhi Sanjaya
DUEL MAUT! Carok di Lumajang Tewaskan 1 Orang, Pelaku Sempat Minta Maaf saat Luka Parah
Yogi Putra Anggitatama
Pria Ngamuk Bawa Parang, Ayah dan Dua Tetangga Luka Berat hingga Satu Nyawa Melayang
M Syofri Kurniawan
Perkara Dendam Asmara, Pria di Grogol Petamburan Jakbar Jadi Korban Pembacokan
Jaisy Rahman Tohir