TRIBUNJAKARTA.COM - Abdul Karim (55) dan  Wasil (44) carok atau berduel di tengah kebun sengon, tidak jauh dari rumah mereka di Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. 

Akibat kejadian itu, Abdul Karim Marzuki meninggal dunia di lokasi kejadian. 

Sedangkan lawannya, Wasil, mengalami luka bacok di bagian perut dan masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Haryoto Lumajang.

Motif Sepele

Carok antara Abdul Karim dan Wasil ternyata terjadi karena dendam lama.

Dendam lama itu bermula dari masalah sepele, yakni urusan pakan ternak. 

Istri Abdul Karim, Saniyeh membeberkan bahwa perselisihan terjadi setelah dirinya sempat mengambil daun nangka milik Wasil.

"Masalahnya itu dulu saya ngambil rumput. Terus ada daun nangka saya ngambil. Terus besok-besoknya Wasil itu marah-marah dan mendatangi rumah saya," kata Saniyeh dikutip TribunJakarta.com dari Kompas.com.

Pihak kepolisian membenarkan pernyataan Saniyeh. 

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, perselisihan masa lalu itu rupanya masih membekas hingga berujung pada duel berdarah di tengah kebun sengon.

Pamit dan Minta Doa

Saniyeh menceritakan detik-detik saat suaminya tewas dibacok oleh adik lawan duel suaminya. 

Mulanya, Saniyeh mendatangi kebun sengon tempat Abdul Karim dan Wasil duel carok untuk memastikan suaminya selamat. 

Sebab, sebelum carok, sang suami sempat berpamitan kepada Saniyeh dan minta didoakan. 

Saat Saniyeh tiba di lokasi, suami dan lawan duelnya sedang duduk dan sama-sama mengalami luka parah.

Ada yang Curang

Saniyeh lalu mengaku melihat adik Wasil, mendadak mendatangi Abdul Karim yang tengah duduk bersimbah darah.

Tanpa diduga, adik Wasil membacok kepala Adbdul Karim.

"Saya sambil gendong cucu, enggak bisa mendekat," kata Saniyeh di RSUD dr. Haryoto Lumajang, Kamis (21/5/2026). 

Saniyeh mengaku sempat meneriaki adik Wasil dari jauh agar tidak membacok suaminya. 

Namun, teriakan itu tidak bisa menghentikan aksi brutal tersebut. 

"Jangan dek, itu sudah sama-sama luka, sama parahnya," ujarnya. 

Usai terluka di bagian kepala, Abdul Karim langsung terkapar di tanah. 

Usai membacok Abdul Karim, terduga pelaku langsung lari meninggalkan lokasi carok. 

"Saya tidak tahu namanya siapa, dia langsung lari," jelasnya.

Melihat hal itu, Saniyeh beranjak pulang mengambil kain untuk membawa suaminya ke rumah sakit.

Namun, saat kembali, ia harus rela melihat kekasihnya itu sudah tidak bernyawa lagi. 

"Saya pulang mau ambil gendongan untuk bawa suami saya, tapi pas sampai kesana lagi ternyata sudah meninggal," pungkasnya.

Kata Polisi

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Pras Ardinata mengatakan, pihaknya masih mendalami adanya pelaku lain dalam duel carok tersebut. 

Menurutnya, informasi sementara yang didapatkan polisi, duel carok hanya melibatkan dua orang.

"Untuk kemungkinan pelaku lain, ini masih kita dalami, laporan polisi sudah kita terima dan akan kita lakukan pemeriksaan," kata Pras.

 

Array
Baca Lebih Lanjut
Abdul Karim Pamit Berangkat Duel Carok di Lumajang, Istri Ungkap Pesan Terakhir Suami: Saya Pasrah
Ndaru Wijayanto
Kronologi Lengkap Tukang Ngarit Carok di Lumajang, Satu Tewas, Bermula dari Dendam Lama
Januar
Karim Pamit dan Minta Doa ke Istri Sebelum Carok di Lumajang, Tumbang Usai Lawan Berbuat Curang
Rr Dewi Kartika H
Jelang Hari Raya Kurban, Peternak di Lumajang Malah Bernasib Pilu, Sapi Mendadak Raib
Januar
Sapi Blasteran Limusin Warga Lumajang Raib Dicuri Jelang Iduladha, Polisi Kerahkan Anjing Pelacak
Dwi Prastika
Polres Lamongan dan DPKH Perketat Pengawasan Kesehatan Ternak di Perbatasan
Titis Jati Permata
PT AR Berdayakan Anak Muda, Berharap Batangtoru Jadi Pusat Ternak Kambing dan Telur Ayam di Tapsel
Ayu Prasandi
Hilal Terbantu Hadirnya Balai Ternak dari Baznas, Tingkatkan Ekonomi Warga Danawarih Tegal
Deni setiawan
Jelang Idul Adha 1447 H, Polres dan Dinas Peternakan Lamongan Perketat Cek Poin Ternak di Perbatasan
Sudarma Adi
Stok Ternak di Aceh Utara untuk Meugang dan Idul Adha 1447 H Capai 4.108
Mursal Ismail