TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kendal Sport Centre berubah jadi panggung adu kreativitas.
Sebanyak 31 kontingen dari berbagai daerah di Jawa Tengah unjuk kebolehan dalam kejuaraan Jateng Open Drumband and Marching Band Competition, Minggu (17/5/2026).
Kejuaraan yang digelar Pengurus Provinsi Persatuan Drum Band Indonesia [PDBI] Jateng ini dibuka langsung Bupati Kendal sekaligus Ketua Pengprov PDBI Jateng, Dyah Kartika Permanasari.
Bupati yang akrab disapa Tika menuturkan tingkat kompetisi dibagi dalam empat kategori, yakni TK, SD, SMP, dan SMA.
Adapun setiap tim dinilai dari tiga aspek utama: penampilan visual, musikalitas, dan atraksi mayoret.
Suasana tribun pun ramai sejak pagi. Dentuman drum, tiupan terompet, dan formasi baris-berbaris yang kompak membuat penonton tak henti bertepuk tangan.
Bupati Tika menyebut lomba ini bukan sekadar adu keahlian, tapi juga ujian mental dan menguji kekompakan tim.
Baca juga: Tampang Muhlisin Warga Batang Aniaya Mantan Istri, Ditabrak Motor Lalu Hajar Pakai Pecahan Botol
“Lomba ini butuh kemampuan teknis, kreativitas, kekompakan, dan mental terbaik saat bertanding.
Tampilkan kemampuan terbaik kalian, junjung tinggi sportivitas," kata Tika dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).
Ia berharap ajang ini bisa memupuk mental dan kepercayaan diri peserta sejak dini.
“Dengan ikut kejuaraan seperti ini, anak-anak akan tumbuh jadi generasi yang tangguh dan berprestasi. Itu yang kita harapkan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KONI Jateng Sujarwanto Dwiatmoko menilai kompetisi ini sebagai pembinaan sebelum ajang pembinaan atlet drum band.
Dia menerangkan, cabang olahraga drum band ini juga sudah resmi dipertandingkan di Porprov Jateng maupun PON.
Sedangkan pada PON XXI 2024 di Aceh-Sumut, kontingen Jateng bahkan sukses membawa pulang dua medali emas.
“Kejuaraan seperti ini langkah bagus untuk menjaring dan membina atlet menuju prestasi yang lebih tinggi,” tegas Sujarwanto.
Ia berharap bibit-bibit unggul muncul di Kendal yang bisa dipoles lebih lanjut untuk memperkuat Jateng di ajang nasional mendatang.
"Selain jadi ajang kompetisi, acara ini juga jadi ruang silaturahmi antarpegiat drum band se-Jateng," tandasnya.