TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN – Di tengah menjamurnya kuliner modern Warung Makan Banjar hadir dengan konsep sederhana dan tetap bertahan dengan melestarikan resep turun-temurunnya.
Warung makan ini terletak di kawasan jalan Jenderal Sudirman, Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan tepatnya di samping Kantor Jasa Raharja Kanwil Kalimantan Timur.
Pemilik Warung Makan Banjar tersebut , Yuliana mengaku warung tersebut merupakan cabang dari Warung Makan Banjar milik mertuanya di Kawasan Pasar Baru yang hadir sejak 1999.
Warung tersebut dikembangkan Yuliana dengan membuka cabang sejak 2010 lalu.
"Kalau di tempat mertuaku itu dari 1999. Kalau aku sendiri mulai pegang dari 2010," ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Kini, usaha tersebut telah berkembang menjadi tiga cabang, yakni di Pasar Baru, kawasan Stalkuda, hingga Balikpapan Baru.
Baca juga: Harga LPG Non-Subsidi Naik, Warung Makan di Long Bagun Mahulu Tertekan
Meski begitu, Yuliana memilih berfokus pada menu bakaran untuk menarik minat pelanggan.
Ya, berbeda dengan cabang awal yang menyajikan menu lengkap seperti soto, Yuliana justru menyederhanakan pilihan.
"Aku fokusnya cuma bakaran saja. Ayam bakar sama ikan-ikan, tergantung yang ada di pasar," jelasnya.
Namun, pilihan menu ikan-nya pun beragam, mulai dari kakap, bawal, nila, bandeng, layang hingga patin, tergantung ketersediaan bahan segar di pasar setiap harinya.
Dengan harga yang dibanderol mulai dari Rp25 ribu hingga Rp50 ribuan, belum termasuk nasi.
Yuli membeberkan, warung tersebut memberikan sentuhan khas lewat cara tradisional pada setiap menunya.
Bagaimana tidak, menu-menu bakaran tersebut diproses menggunakan api kecil.
Lengkap dengan bumbu bakar sederhana seperti garam dan gula. Meski memakan waktu cukup lama, Yuli tetap mementingkan rasa.
Tak hanya itu, sebagai pelengkap, Warung Makan Banjar menghadirkan tiga jenis sambal yang bisa dipilih pelanggan.
Seperti sambal pedas, sambal kecap dengan irisan bawang dan cabai, serta sambal manis berbahan gula merah.
"Yang penting api jangan terlalu besar. Apalagi ayam kan mentah, jadi masaknya agak lama. Harus sabar," ungkapnya.
Di samping itu, menu-menu di warung yang mulai buka sejak pukul 09.00 WITA ini banyak diminati pelanggan dari seluruh kalangan, termasuk para pekerja.
Sebab, lokasi strategis di kawasan perkantoran membuat warung ini menjadi incaran para pekerja saat jam makan siang. Tak heran, suasana ramai hampir terjadi setiap hari kerja.
Bahkan, pelanggan yang datang belakangan kerap pula harus siap kecewa karena ragam menu favorit di warung tersebut sering habis jauh sebelum jam tutup.
"Kalau masih ada, biasanya sampai jam 3 sore. Tapi sering habis lebih cepat. Pernah jam 11.30 sudah habis. Itu diborong satu kantor," ucapnya.
Baca juga: Kami Jaga Hutan, Kini Diminta Pergi: Pedagang Warung Panjang Hadapi Ancaman Penutupan di Kawasan IKN
Dengan kapasitas tempat sekitar 50-an orang, warung ini kerap penuh saat jam makan siang. Bahkan, tak jarang pelanggan harus berdiri menunggu giliran.
Menariknya, Yuliana mengatakan, sebagian besar pelanggan bahkan memilih memesan terlebih dahulu lewat telepon sebelum datang ke tempat agar tak kehabisan.
"Kebanyakan orang pesan dulu, biar enggak lama nunggu dan enggak kehabisan. Apalagi pelanggannya juga banyak yang dari daerah yang jauh, kayak Kampung Baru, Graha Indah, bahkan ada dari luar kota seperti Tenggarong dan Samarinda," pungkasnya. (*)