SURYA.CO.ID - Kasus pembunuhan sadis yang menimpa seorang lansia berinisial D (60) di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, menggemparkan warga.
Korban ditemukan tak bernyawa di rumahnya di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, setelah menjadi korban pencurian dengan kekerasan.
Berdasarkan data penyelidikan dan rekaman CCTV, berikut adalah 5 fakta memilukan di balik kasus tersebut:
Sebelum peristiwa tragis ini terjadi, korban D ternyata sudah merasa tidak aman di rumahnya sendiri.
Pihakmya sering mengeluhkan kehilangan harta benda secara misterius saat rumah dalam keadaan kosong.
Demi mengungkap siapa pencuri tersebut, korban sengaja memasang kamera pengawas di setiap sudut rumahnya.
Baca juga: Sosok Nenek Dimaris yang Tewas Diduga Dibunuh Eks Menantu di Pekanbaru, Suka Bagi-bagi THR
Namun nahas, CCTV yang ia pasang justru merekam detik-detik aksi sadis para pelaku yang merenggut nyawanya.
"Dapat kami jelaskan bahwa pada hari Rabu, 29 April 2026 sekitar pukul 16.30 WIB, kami menerima laporan tentang adanya diduga tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Di mana dari peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang perempuan usia 60 tahun meninggal dunia," jelas Iptu Dodi Vivino, Kanit Reskrim Polsek Rumbai Pesisir.
"Dari hasil olah TKP, diketahui bahwa ada beberapa barang yang hilang, di antaranya perhiasan, kemudian uang tunai, dan handphone. Untuk pelaku, dari analisa CCTV sudah diketahui, dan saat ini sedang kami kembangkan untuk melakukan upaya penangkapan," tambahnya.
Berdasarkan rekaman CCTV, diketahui bahwa pelaku berjumlah empat orang, yang melibatkan dua laki-laki dan dua perempuan.
"Kalau dari analisa CCTV tadi, kejadiannya sekitar jam 10.30 WIB. Untuk pelaku sementara kita identifikasi ada empat orang, terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan," jelas Kanit Reskrim Polsek Rumbai Pesisir, Iptu Dodi Vivino.
Muncul dugaan kuat bahwa salah satu pelaku adalah orang dekat korban.
Narasumber yang enggan disebutkan namanya menduga salah satu dari pelaku adalah AF, mantan istri dari anak korban.
AF diketahui melarikan diri setelah menikah dengan anak korban yang merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK).
Sejak saat itu, korban menduga mantan menantunya itu kerap datang diam-diam saat rumah kosong untuk mengambil harta benda.
Hasil olah TKP menunjukkan bahwa pelaku bertindak sangat brutal.
Korban mengalami luka parah di bagian wajah yang menyebabkan pendarahan hebat.
"Dari hasil pemeriksaan terhadap korban, itu terdapat trauma di sekitar wajah. Trauma di wajah, mungkin itu yang menyebabkan korban banyak mengeluarkan darah," ungkap Iptu Dodi Vivino.
"Kalau kita lihat itu berupa sepotong kayu," tambahnya.
Polisi juga mengamankan anak laki-laki korban berinisial A.
Kecurigaan muncul karena A terekam datang ke rumah menggunakan sepeda motor saat kejadian berlangsung. Ia sempat masuk ke dalam rumah, namun tak lama kemudian keluar lagi.
Kepada polisi, A mengaku tidak mengetahui ibunya sudah meninggal dunia saat ia berkunjung.
Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif untuk memastikan kebenaran pengakuannya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian dari Polda Riau dan Polresta Pekanbaru masih melakukan pengejaran terhadap keempat pelaku dan mencari keberadaan AF.
"Dari hasil olah TKP, diketahui bahwa ada beberapa barang yang hilang, di antaranya perhiasan, kemudian uang tunai, dan handphone. Untuk pelaku, dari analisa CCTV sudah diketahui, dan saat ini sedang kami kembangkan untuk melakukan upaya penangkapan," tutup Iptu Dodi.
Jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara dan rencananya akan dikebumikan secara adat oleh keluarga.