TRIBUNBENGKULU.COM - Keluarga bocah yang tewas tenggelam di kawasan wisata Kampung Durian, Bengkulu Tengah, akhirnya buka suara dan memilih menerima kejadian tragis tersebut sebagai musibah.
Manajer Kampung Durian, Herbibi Saputra, mengatakan pihak keluarga korban telah berdamai dan mengikhlaskan peristiwa tersebut.
“Keluarga korban sudah damai dan menerima ini sebagai musibah. Kami juga sudah memberikan santunan dan menyampaikan duka cita,” kata Herbibi saat dihubungi TribunBengkulu.com, Sabtu (28/3/2026).
Ia juga menegaskan pihak pengelola akan bersikap kooperatif dalam proses penyelidikan yang saat ini tengah dilakukan oleh kepolisian.
“Kami akan kooperatif dengan pihak kepolisian dalam proses yang sedang berjalan,” ujarnya.
Insiden tragis itu menimpa seorang bocah laki-laki berinisial Abi (8), warga Bumi Ayu, yang meninggal dunia akibat tenggelam di aliran Sungai Kampung Durian, Desa Taba Penanjung, Bengkulu Tengah, Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kasatreskrim Polres Bengkulu Tengah, AKP Susilo, mengungkapkan korban sempat dibawa ke RSUD Bengkulu Tengah untuk mendapatkan penanganan medis, namun saat diperiksa korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Peristiwa bermula sekitar pukul 10.00 WIB saat korban bersama ibunya, Yuli Handayani, dan keluarga berangkat menuju lokasi wisata Kampung Durian.
Sekitar pukul 11.30 WIB, rombongan tiba di lokasi dan korban bersama kakaknya bermain air di kolam renang yang berada di bagian atas area wisata. Saat itu, ibu korban masih berada di sekitar lokasi dan mengawasi kedua anaknya.
Tidak lama kemudian, ibu korban pergi ke tempat istirahat yang berjarak tidak jauh dari kolam untuk makan. Ia sempat mengajak korban untuk ikut makan, namun korban menolak karena mengaku masih kenyang.
Saat ibu korban membuat susu untuk anaknya yang lain, pengawasan terhadap korban dan kakaknya terhenti.
“Mendengar hal itu, ibu korban langsung menuju ke sungai dan mendapati korban sudah berada di pinggir sungai dalam kondisi tidak sadarkan diri,” jelas AKP Susilo.
Korban kemudian segera dibawa ke RSUD Bengkulu Tengah, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Pasca kejadian tersebut, pengelola objek wisata Kampung Durian di Desa Datar Lebar, Kecamatan Taba Penanjung, langsung memperketat pengawasan dan menutup akses ke area sungai guna mencegah kejadian serupa terulang.
Langkah ini diambil terutama di tengah meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan saat libur Lebaran.
“Pasca kejadian kemarin, kami lebih meningkatkan pengawasan dan pemantauan. Untuk hari ini dan besok, fokus pengawasan di kolam renang, sementara akses ke sungai sudah kami tutup,” jelas Herbibi.
Area sungai yang sebelumnya berada di belakang kolam wisata kini tidak lagi dapat diakses pengunjung.
Pengelola juga berencana menempatkan petugas khusus untuk mengawasi lokasi tersebut.
“Kami akan menempatkan satu orang khusus untuk mengawasi area sungai,” ujarnya.
Herbibi menjelaskan bahwa sebelumnya area sungai memang tidak diperuntukkan untuk aktivitas berenang, melainkan hanya sebagai spot foto bagi pengunjung.
“Di sungai itu hanya untuk spot foto. Kami juga sudah memberikan imbauan secara berkala melalui pengeras suara dan juga memasang peringatan di lokasi,” jelasnya.
Ke depan, pengelola menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan di kawasan wisata tersebut.
Jika hasil kajian menyatakan area sungai tidak aman, maka pengelola membuka kemungkinan untuk menutupnya secara permanen.
“Kalau dari pihak kepolisian menyatakan area sungai kurang aman, maka akan kami tutup sepenuhnya. Namun jika masih diperbolehkan, pengamanan akan kami perketat,” katanya.
Selain itu, pengelola juga berencana meningkatkan fasilitas keselamatan, termasuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait penyediaan tenaga medis dan ambulans saat musim ramai pengunjung.
“Terkait ambulance dan tenaga medis, akan kami komunikasikan dengan Dinas Kesehatan. Untuk pengamanan saat high season, sistemnya akan kami bahas lebih lanjut,” ujar Herbibi.
Ia menambahkan bahwa sejumlah pembenahan akan segera dilakukan sebagai bagian dari evaluasi pasca kejadian.
“Banyak yang akan kami perbaiki ke depan,” tutupnya.