TRIBUNBEKASI.COM- Meski belum bisa dipastikan soal kebenarannya, warga Madura bernama Maryam tercatat sebagai penduduk tertua dalam data kependudukan Indonesia.
Berdasarkan catatan Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Maryam yang lahir pada 1907 di Bangkalan, Madura kini berusia 118 tahun.
Artinya dia menjadi orang paling tua di dunia saat ini. Dia mengalahkan Ethel Caterham, wanita tertua di dunia yang saat ini masih hidup dengan nyaman di panti jompo.
Data tersebut dilontarkan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Teguh Setyabudi.
Temuan tersebut disampaikan saat pemaparan Rilis Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II Tahun 2025 di Jakarta.
Ethel Caterham lahir pada 1909 dan pada Agustus 2025 tercatat berusia 116 tahun.
Dengan demikian, Maryam yang kini berusia 118 tahun lebih tua sekitar dua tahun dibandingkan Caterham.
Data tersebut berasal dari pencatatan kependudukan yang dihimpun oleh Direktorat Jenderal Dukcapil.
Selain Maryam, Ditjen Dukcapil juga menemukan sejumlah warga lanjut usia lain yang telah berumur lebih dari satu abad.
Beberapa di antaranya adalah Sahami yang berusia 117 tahun dan lahir pada 1908 di Pamekasan, Madura.
Kemudian Aniah yang berusia 116 tahun dari Cianjur, Jawa Barat, serta Parini yang juga berusia 116 tahun dari Batanghari, Jambi.
Menurut Teguh, seluruh data tersebut telah melalui proses verifikasi.
Lantas apakah data tersebut valid?
Menariknya, dua dari empat penduduk tertua tersebut berasal dari Pulau Madura.
Padahal secara statistik wilayah tersebut tidak termasuk daerah dengan angka harapan hidup tertinggi di Jawa Timur.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan usia harapan hidup di sejumlah kabupaten di Madura masih berada di kisaran akhir 60 hingga awal 70 tahun.
Meski demikian, dalam beberapa kasus individu tetap ditemukan warga yang mampu mencapai usia sangat panjang dikutip dari kompas.com
Dalam kesempatan yang sama, Teguh juga memaparkan komposisi usia produktif penduduk Indonesia.
Kelompok usia terbesar berada pada rentang 40–44 tahun dengan jumlah sekitar 14,8 juta jiwa.
Disusul kelompok usia 35–39 tahun sebanyak 14,3 juta jiwa dan usia 30–34 tahun sekitar 13,9 juta jiwa.
Teguh menyebut kondisi tersebut menunjukkan Indonesia masih menikmati bonus demografi karena sekitar 69 persen penduduk berada dalam usia produktif.