TRIBUNHEALTH.COM - Kesehatan bayi merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan sejak dini.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan orang tua untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit adalah melalui imunisasi.
Salah satu vaksin yang dianjurkan untuk bayi adalah imunisasi rotavirus.
Imunisasi rotavirus berfungsi melindungi bayi dari infeksi rotavirus yang dapat menyebabkan diare berat.
Baca juga: 5 Cara Mengatasi Anak yang Demam Setelah Imunisasi Campak
Rotavirus merupakan salah satu penyebab utama diare pada bayi dan anak kecil di seluruh dunia.
Infeksi ini dapat menyebabkan dehidrasi serius dan bahkan berisiko mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan baik.
Oleh karena itu, pemberian imunisasi rotavirus sangat penting untuk mencegah dampak buruk dari penyakit ini.
Alasan Bayi Harus Diberikan Imunisasi Rotavirus
Berikut ini beberapa alasan mengapa orang tua wajib memberikan imunisasi rotavirus kepada sang buah hatinya.
1. Melindungi bayi dari diare berat
Rotavirus adalah virus yang menyerang saluran pencernaan yang dapat menyebabkan diare berat, muntah, demam, serta sakit perut.
Pada bayi, kondisi ini bisa berkembang dengan cepat menjadi dehidrasi.
Dengan imunisasi rotavirus, risiko bayi mengalami diare berat akibat infeksi virus ini dapat berkurang secara signifikan.
Baca juga: 5 Dampak Buruk yang Bisa Terjadi Jika Bayi Tidak Melakukan Imunisasi
2. Mencegah dehidrasi yang berbahaya
Bayi memiliki cadangan cairan tubuh yang lebih sedikit dibandingkan dengan orang dewasa.
Ketika mengalami diare dan muntah akibat rotavirus, bayi dapat kehilangan cairan dengan cepat.
Memberikan imunisasi rotavirus dapat membantu melindungi bayi dari infeksi yang dapat menyebabkan dehidrasi parah.
3. Melindungi sistem pencernaan bayi
Bayi memiliki sistem pencernaan yang masih rentan mengalami infeksi, karena masih dalam tahap perkembangan.
Vaksin rotavirus membantu membentuk kekebalan tubuh, sehingga bayi lebih terlindungi ketika terpapar virus tersebut.
4. Mencegah penyebaran penyakit
Rotavirus sangat mudah sekali menular, terutama melalui tangan, makanan, air, atau benda yang terkontaminasi.
Dengan semakin banyak bayi mendapatkan imunisasi, maka penyebaran virus di lingkungan sekitar juga dapat berkurang.
Baca juga: 3 Hal yang Harus Dilakukan Orang Tua Saat Anak Terlambat Imunisasi
5. Mengurangi risiko rawat inap di rumah sakit
Infeksi rotavirus yang berat sering kali membuat bayi harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Dengan memberikan imunisasi rotavirus, kemungkinan bayi mengalami infeksi berat hingga membutuhkan rawat inap dapat diminimalkan.
Jadwal Pemberian Vaksin Rotavirus Berdasarkan Jenisnya
Vaksin rotavirus adalah salah satu vaksin yang masuk ke dalam jadwal imunisasi dasar lengkap anak.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberikan vaksin rotavirus dilakukan pada bayi mulai dari usia 2-6 bulan.
Vaksin ini dapat diberikan melalui tetes mulut atau oral.
Berikut ini dua jenis vaksin rotavirus yang umum digunakan dalam imunisasi dasar lengkap anak.
Baca juga: Bolehkah Lakukan Imunisai BIAN Saat Anak Demam dan Bisakah Imunisasi Ini Dikejar?
- Vaksin rotavirus monovalen
Vaksin rotavirus monovalen merupakan jenis vaksin yang berisi satu jenis (strain) rotavirus yang sudah dilemahkan.
Vaksin ini dapat diberikan sebanyak 2 dosis yang diteteskan ke dalam mulut.
Dosis pertama dapat diberikan ketika anak berusia 6-12 minggu.
Sedangkan dosis kedua diberikan dengan jarak minimal 4 minggu setelah mendapatkan vaksin dosis pertama atau paling lambat saat anak berusia 24 minggu.
- Vaksin rotavirus pentavalen
Vaksin rotavirus pentavalen adalah jenis vaksin yang mengandung 5 jenis (strain) rotavirus yang sudah dilemahkan.
Secara umum, vaksin ini dapat diberikan sebanyak 3 kali.
Dosis pertama diberikan pada usia 6-12 minggu.
Dosis kedua diberikan dengan jarak setidaknya 4-10 minggu setelah vaksin sebelumnya.
Baca juga: 5 Jenis Imunisasi yang Harus Didapatkan Anak di bawah Usia 5 Tahun, Pahami Hal Ini ya Moms
Sedangkan dosis ketiga diberikan dengan jarak setidaknya 4-10 minggu setelah vaksin sebelumnya.
Dosis ketiga ini paling lambat diberikan saat anak berusia 32 minggu.
Konsultasikan dengan dokter spesialis anak jika ibu akan memberikan vaksin rotavirus kepada si kecil.
Dengan demikian, ibu bisa mendapatkan jadwal yang tepat dan mendapatkan dosis vaksin sesuai dengan anjuran yang ada.
(Tribunhealth.com)
Baca juga: Dokter, Apa Peran Imunisasi dalam Mencegah Penyakit Campak pada Anak?