TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sosok Khairul Umam alias Haji Her mendadak menyita perhatian publik setelah dijuluki “Sultan Madura” berkat aksi dermawannya yang tak biasa.
Pengusaha asal Bangkalan ini membagikan uang Rp50.000 yang diselipkan di ribuan ompreng program MBG, membuat warga terkejut sekaligus haru.
Aksi sosial tersebut viral di media sosial dan menuai pujian luas karena dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata kepada masyarakat kecil.
Baca juga: Penyiksaan Brutal ASN BPK RI ke ART Yatim Piatu di Bogor Terbongkar, Terjadi Sejak 6 Bulan Lalu
Sosok Haji Her, crazy rich Madura di Jawa Timur menjadi perhatian publik terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebagai pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangeleyan di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, ia baru-baru ini membagikan uang tunai Rp 50.000 pada ribuan ompreng MBG.
Selain itu, Haji Her juga akan membangun rumah warga yang rusak menggunakan uang hasil menjalankan program MBG di SPPG miliknya.
"Hasilnya tidak akan saya minta. Misal ada hasil, ya buat warga yang rumahnya tidak layak di sini lah. Buat warga Bangkalan. Kita di sini bukan mencari uang. Uang saya sudah banyak," katanya, Jumat (13/2/2026), dilansir dari Kompas.com.
Selain itu, Haji Her juga meminta pengurus di SPPG miliknya agar tidak mengurangi porsi dan kualitas MBG yang diberikan pada siswa.
"Jangan ambil hak orang. Semua petugas kan sudah ada komisinya. Haram mengambil untung di luar haknya," tukasnya.
Pria yang memiliki nama asli Khairul Umam ini lahir di Pamekasan pada 25 November 1981.
Ia dikenal masyarakat sebagai crazy rich Madura karena kesuksesan bisnis, rumah mewah, dan koleksi mobilnya.
Haji Her bukan sekadar pengusaha biasa, namanya cukup tersohor di industri tembakau Jawa Timur.
Ia merupakan pemilik sekaligus CEO Bawang Mas Group yang memproduksi rokok.
Haji Her juga menduduki posisi sebagai Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM).
Selain fokus di industri tembakau, ia juga merambah bisnis kuliner dengan mendirikan Bento Group Indonesia, di mana salah satunya berupa Bento Kopi.
Sebutan Crazy Rich yang melekat padanya bukan sekadar karena rumah megah di Jalan Raya Trasak, Pamekasan, melainkan karena kepedulian sosialnya yang tinggi.
Ia pernah membangun rumah yang tidak layak huni milik 1.000 warga di Pamekasan.
Kemudian, Haji Her juga pernah memberikan donasi untuk Palestina pada 2024.
Ia menggerakkan pengusaha Pamekasan dan mengumpulkan donasi Rp 500 juta untuk bantuan kemanusiaan di Palestina.
Dari jumlah donasi terkumpul itu, Haji Her menyumbangkan sebesar Rp 350 juta.
Sebanyak 1.877 siswa dari 19 sekolah yang ada di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, semringah menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (11/2/2026) ini.
Pasalnya, setiap ompreng MBG tak hanya berisi makanan namun juga berisi uang sebesar Rp 50.000.
Pembagian MBG tersebut juga direkam di setiap sekolah. Terlihat, saat ompreng MBG dibuka, siswa serentak bersorak dan mengucapkan terima kasih.
"Terima kasih Haji Her," ucap siswa dalam video sambil memegang uang kertas pecahan Rp 50.000.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangeleyan, Yayasan Kemala Bhayangkari, Fathurrosi Ali, mengatakan bahwa pemberian uang Rp 50.000 di setiap ompreng itu murni dari uang pribadi Haji Her atau Khairul Umam, pengusaha tembakau asal Pamekasan.
Menurut dia, Haji Her kerap bersedekah dan membagikan uang untuk masyarakat. Kali ini, dilakukan di dapur milik Haji Her tersebut.
"Iya betul itu dari Haji Her. Memang beliau ingin berbagi kebahagiaan untuk anak-anak yang menerima MBG ini," kata Fathurrosi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu.
Dia mengatakan, MBG berhadiah uang itu disalurkan kepada 1.877 siswa dari berbagai jenjang. Mulai dari TK hingga SMA. Totalnya, uang yang dikeluarkan yakni sebanyak Rp 93.850.000.
"Semuanya dapat, dari Paud sampai SMA," ujar Fathurrosi.
Fathurrosi menyampaikan, jumlah penerima MBG di SPPG tersebut sebanyak 2.350. Namun, pada hari ini terdapat dua lembaga sekolah yang masih libur.
"Kami masih belum tahu apakah dua sekolah yang libur juga nantinya akan dapat. Karena jika libur sekolah memang tidak ada pembagian MBG," katanya.
Selain itu, dia menjamin bahwa pihaknya tetap menjaga kualitas MBG yang dibagikan meski siswa mendapatkan hadiah uang tunai tersebut.
"Kami akan tetap memberikan makanan sesuai menu yang sudah disiapkan," pungkasnya.
(TribunNewsmaker.com/Eri Ariyanto)