Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata
TRIBUNPALU.COM, SIGI – Di sudut Breakshot Cafe, Jl Tanjung Api, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Jafar Alamri, berbagi cerita tentang perjalanan putranya, Fajar Alamri, pebiliar cilik asal Tolitoli yang mulai mencuri perhatian publik, Senin (16/2/2026).
Jafar bukan sosok asing di dunia biliar Sulawesi Tengah.
Ia merupakan atlet yang pernah tampil di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan mempersembahkan medali emas untuk daerahnya. Kini, ia melanjutkan semangat itu melalui sang putra.
Menurut Jafar, bakat Fajar sudah terlihat sejak usia sangat dini.
“Di tiga tahun pertama itu saya sudah lihat dia mulai manjat-manjat di meja. Dari situ saya perhatikan memang ada ketertarikan,” ujarnya.
Baca juga: Fajar Alamri, Pebiliar Cilik Tolitoli Curi Perhatian di Carabao International Open 2026
Namun sebagai ayah, ia mengaku tidak pernah memaksakan latihan.
Baginya, suasana hati anak tetap menjadi pertimbangan utama.
“Kalau untuk kesulitan ya tetap ada, namanya juga anak-anak. Saya lihat mood-nya dulu. Kalau dia lagi semangat, baru saya latih,” katanya.
Fajar sendiri baru menjalani latihan intensif sekitar lima hingga enam bulan terakhir.
Meski begitu, ia sudah sempat mengikuti sejumlah turnamen lokal, termasuk home tournament di kampungnya yang sempat viral di media sosial.
Langkah besar kemudian datang saat Fajar mendapat kesempatan tampil di ajang Carabao International Open (CIO) 2026 yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition pada 4–8 Februari 2026.
Di turnamen internasional tersebut, Fajar menjadi salah satu peserta termuda.
“Termasuk turnamen yang sangat besar. Kita diundang langsung untuk datang. Ini pengalaman luar biasa buat dia,” tutur Jafar.
Di babak utama, Fajar harus menghadapi lawan yang usianya jauh lebih tua, diperkirakan sekitar 14 tahun.
Dengan sistem single eliminasi, kekalahan berarti langsung gugur.
“Dia langsung masuk babak utama. Kemarin sempat skor ketat, tapi memang harus terhenti. Sempat menangis juga,” ungkapnya.
Meski demikian, Jafar menilai pengalaman tersebut jauh lebih penting dibanding hasil akhir.
Ia ingin Fajar tumbuh melalui proses, bukan sekadar mengejar kemenangan instan.
Baca juga: Ketua POBSI Sulteng Apresiasi Fajar, Siap Perkuat Pembinaan dan Target 10 Besar PON
Ketika ditanya soal komitmennya jika Fajar kelak semakin bersinar dan dilirik klub besar, Jafar menegaskan satu hal, nama daerah tetap harus dijaga.
“Namanya daerah tetap harus dibela. Intinya membawa nama baik Sulawesi Tengah,” tegasnya.
Ia pun memastikan akan terus mendukung cita-cita putranya selama berada di jalur positif.
“Kalau untuk mengembangkan bakat anak, saya siap mendukung. Intinya fokus latihan saja,” pungkas Jafar.
Bagi Jafar, perjalanan Fajar masih panjang.
Namun satu hal yang pasti, di balik langkah kecil sang pebiliar cilik, ada mimpi besar seorang ayah yang ingin melihat putranya tumbuh, berprestasi, dan tetap setia membawa nama Sulawesi Tengah di setiap pertandingan.
Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sulawesi Tengah, Andi Raharja Limbunan, menyampaikan apresiasinya terhadap pebiliar cilik asal Tolitoli, Fajar Alamri, yang belakangan menjadi sorotan publik.
Andi mengaku bangga atas capaian Fajar yang telah tampil di ajang internasional.
“Pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman media yang begitu antusias terhadap Ananda Fajar. Ini membuktikan bahwa atlet kita punya potensi besar,” ujarnya.(*)