TRIBUNTRENDS.COM - Tepat 42 tahun yang lalu, kematian seorang artis lawas menggegerkan dunia hiburan.
Kematiannya cukup mengejutkan lantaran dianggap janggal.
Jasadnya ditemukan dalam kondisi tergantung di kusen pintu.
Ia meninggal dunia di puncak karirnya.
Namun ternyata kehidupannya begitu miris.
Di balik kesuksesannya sebagai seorang artis, ia menyimpan beban karena terlilit utang hingga putuskan akhiri hidup paad bulan Juni 1984.
Saat ini, nama Marlia Hardi mungkin terdengar asing bagi sebagian masyarakat Indonesia.
Baca juga: 5 Bulan Koma, Artis Meninggal Setelah Operasi, Isu Korban Malpraktik, Rela Botak Demi Peran Sinetron
Namun, pada masanya, terutama di era 1950-an hingga 1980-an, ia dikenal sebagai sosok artis yang cukup populer.
Marlia Hardi memiliki pesona yang sulit dilupakan.
Parasnya cantik dan menawan, membuat penonton tak mudah bosan menatapnya di layar kaca.
Kariernya pun gemilang, sering menghiasi berbagai serial drama pada zamannya.
Jarang sekali Marlia Hardi memerankan tokoh jahat pada suatu film.
Sayangnya, perjalanan hidup Marlia Hardi berakhir tragis.
Kematian sang artis meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang mengingat masa-masa kejayaannya di dunia hiburan.
Meski populer dan dicintai penonton, akhir hidupnya mengingatkan kita bahwa kesuksesan di layar kaca tidak selalu sejalan dengan kehidupan pribadi.
Pada tahun 1967 ia berhasil memenangkan nominasi Pemeran Wanita Pendukung terbaik pada film Petir Sepadjang Malam.
Ia juga sempat masuk dalam kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik pada film 'Busana Dalam Mimpi.'
Nahas, sedang berada di puncak karier, dirinya mendadak ditemukan meninggal dunia.
Dikutip dari Kompasiana.com, bulan Juni 1984 ia ditemukan gantung diri di kusen pintu.
Banyak yang meragukan dan merasa janggal pada meninggalnya Marlia Hadi.
Namun pada akhirnya polisi menetapkan jika ia meninggal dunia karena jeratan hutang dalam kegiatan arisan call.
Kabar meninggal dunia nya Marlia Hadi ini dahulu sempat menghebohkan masyarakat Indonesia karena cara meninggalnya yang tragis.
(TribunTrends/StyloIndonesia)