Kisah pilu datang dari dunia pendidikan di Sumatera Utara.
Arjuman, seorang siswa kelas 12 SMAN 1 Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), menghembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan tumor otak yang dideritanya.
Kisah Arjuman viral di media sosial setelah unggahan video teman-teman sekelasnya yang menjenguknya dalam kondisi lemah tersebar luas.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, terutama karena Arjuman dikenal sebagai sosok yang sangat ceria dan tegar meski menyimpan rasa sakit luar biasa sendirian.
Yatim Piatu Sejak Kecil
Mengutip informasi dari akun Instagram teman sekelasnya, @12_ipa.squad, Arjuman adalah seorang anak yatim piatu.
Sang ayah meninggal dunia saat ia baru berusia 5 tahun, sementara ibunya berpulang sesaat sebelum ia masuk Sekolah Dasar (SD).
Sejak saat itu, Arjuman tumbuh besar di bawah asuhan sang kakak laki-laki yang sudah berkeluarga.
Ketegaran hidupnya ini terbawa hingga ke bangku sekolah, di mana ia jarang mengeluhkan keadaan pribadinya.
Menyembunyikan Rasa Sakit dengan Ceria
Teman-teman sekelasnya menceritakan bahwa Arjuman mulai merasakan sakit kepala sejak duduk di kelas 11 (2 SMA).
Namun, saat itu mereka mengira itu hanya pusing biasa karena Arjuman hanya terlihat mengonsumsi obat-obatan umum dari UKS.
"Kami sebagai teman sekelas tidak terlalu menaruh curiga karena anaknya sangat ceria. Kami bingung kenapa dia sering mengikat kepalanya pakai dasi atau karet. Kami pikir hanya bercanda, ternyata itu caranya menahan rasa sakit di kepala," tulis akun tersebut.
Memasuki kelas 12, kondisi Arjuman kian memburuk. Ia mulai sering absen sekolah. Teman-temannya baru menyadari keparahan penyakitnya saat menjenguk Arjuman di rumahnya dalam kondisi sudah tidak berdaya.
Sempat Ditolak Rumah Sakit
Perjuangan Arjuman untuk sembuh pun tidak mudah.
Berdasarkan keterangan rekan-rekannya, Arjuman sempat dibawa ke dua rumah sakit berbeda untuk mendapatkan tindakan operasi.
Namun, entah karena alasan apa, kedua rumah sakit tersebut menolaknya.
Baru pada upaya ketiga di rumah sakit yang berbeda, Arjuman akhirnya mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU.
Ia sempat mengalami koma sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 15.00 WIB, sesaat sebelum teman-temannya pulang sekolah
Rahasia di Bawah Tempat Tidur
Kesedihan kian memuncak saat keluarga menemukan fakta memilukan setelah kepergiannya.
Saat sang kakak membersihkan kamar almarhum, ditemukan tumpukan obat-obatan sakit kepala dan obat tetes telinga yang disimpan rapi di bawah tempat tidur.
Diketahui, Arjuman ternyata juga menderita pecah gendang telinga akibat komplikasi penyakitnya.
Semua rasa sakit itu ia pendam sendiri selama hampir dua tahun agar tidak membebani orang-orang di sekitarnya.
Kisah Arjuman kini menjadi pengingat bagi teman-temannya dan masyarakat luas tentang pentingnya menjaga kesehatan dan tidak memendam masalah kesehatan sendirian.***
#viraldimediasosial #arjuman #siswa #kisahpilu #yatimpiatu #medsos #lawantumorotak #sumaterautara