TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Gebrakan mengejutkan dilakukan Persib Bandung jelang penutupan bursa transfer musim dingin 2026.
Maung Bandung resmi melepas salah satu pemain ikoniknya, Febri Hariyadi, ke Persis Solo dengan status pinjaman hingga akhir musim Super League 2025-2026.
Keputusan ini diumumkan tepat sebelum jendela transfer ditutup pada Jumat (6/2/2026).
Baca juga: Misi Bertahan di Kasta Teratas, Bomber Anyar Persis Solo Dorong Rekan hingga Fans Lebih Maksimal
Kesepakatan kedua klub memastikan winger berusia 29 tahun itu akan memperkuat Laskar Sambernyawa sepanjang putaran kedua kompetisi.
Manajemen Persib menilai peminjaman ini sebagai langkah strategis demi mengembalikan performa terbaik Febri.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari program pengembangan pemain.
“Persib selalu berkomitmen pada pengembangan pemain. Kami menilai, peminjaman ke Persis Solo akan memberi Febri kesempatan bermain yang lebih konsisten,” ujar Adhitia.
Ia berharap, saat kembali ke Bandung, Febri sudah berada di level performa terbaiknya.
Keputusan ini juga diambil setelah diskusi intens dengan pelatih kepala Bojan Hodak.
Baca juga: Profil Abu Kamara, Striker Baru Persis Solo dari Liberia, Pernah Gacor di Klub Laos dan Malaysia
Bojan Hodak mengakui kualitas Febri tidak diragukan.
Namun, cedera ACL yang dialami musim lalu membuatnya kesulitan mendapatkan ritme permainan.
Musim ini, Febri hanya mencatatkan sekitar 136–175 menit bermain dari delapan hingga sembilan laga, meski masih mampu menyumbang satu gol.
Minimnya menit bermain juga dipengaruhi persaingan ketat di sektor sayap. Persib saat ini memiliki sejumlah opsi seperti Saddil, Beckham, Berguinho, dan Barros, yang membuat peluang Febri semakin terbatas.
“Kami senang dengannya, tapi dia tidak cukup mendapatkan menit bermain untuk kembali ke performa terbaik,” jelas Hodak.
Baca juga: Profil Dejan Tumbas, Amunisi Anyar Persis Solo, Bisa Main jadi Penyerang atau Bek Sayap
Kepindahan ini dinilai sebagai langkah realistis untuk menyelamatkan karier Febri yang sempat meredup.
Sejak membela tim utama Persib pada 2016, ia menjadi salah satu ikon klub.
Namun musim ini, ia kesulitan menembus skuad utama yang dipenuhi pemain asing dan talenta elite.
Bergabung dengan Persis Solo memberi kesempatan baru bagi Febri untuk membangun kembali kepercayaan diri dan konsistensi performa.
Baca juga: Persis Solo Kembali Lepas Pemainnya, Kini Lepas Bek Muda ke Kendal Tornado FC
Di sisi lain, Persis Solo tengah berada dalam kondisi genting.
Laskar Sambernyawa terpuruk di dasar klasemen dengan koleksi 10 poin dari 19 pertandingan.
Manajemen Persis melakukan perombakan besar-besaran.
Selain merekrut Febri, mereka juga mendaftarkan Septian Bagaskara dan Alexvan untuk memperkuat barisan lokal.
Di sektor pemain asing, sejumlah nama baru didatangkan: Luka Domancic, Vukasin Vranes, Dusan Mijic, Miroslav Maricic, Roman Paparyga, Dejan Tumbas, hingga Abu Kamara.
Baca juga: Statistik Mengkhawatirkan Amunisi Baru Persis Solo, Tanpa Gol dan Assist di 14 Laga Persebaya
Kehadiran Febri Hariyadi diharapkan menjadi suntikan moral bagi tim yang sedang kehilangan kepercayaan diri.
Nama besarnya dinilai mampu mengangkat mental skuad sekaligus menunjukkan bahwa Persis masih memiliki daya tarik bagi pemain nasional.
Secara taktik, kecepatan murni Febri di sisi sayap dianggap cocok untuk menghidupkan skema serangan balik cepat yang selama ini menjadi kelemahan Persis dalam transisi.
Namun tantangan tak kecil menanti.
Berpindah dari tim papan atas ke tim juru kunci menuntut kedewasaan dan mental baja. Febri kini tak lagi bermain dalam tim dominan seperti di Persib, melainkan harus berjuang dalam tekanan degradasi.
(*)