Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Duka mendalam dirasakan keluarga Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto.
Termasuk Hariyanto, sang ayah yang masih sulit menghapus kenangan dengan sang anak.
Almarhum dikenal penurut sejak kecil.
Hal ini diungkap oleh Hariyanto.
Almarhum Benny adalah anak semata wayangnya.
"Anak saya itu adalah Benny, satu-satunya anak saya," ujarnya kepada wartawan, Minggu (8/2/2026).
Hariyanto menceritakan bahwa sang anak memiliki kepribadian yang baik sejak masa kecil.
"Dulunya orangnya nurut dengan orang tua, tidak nakal. Mulai dari TK sampai kuliah di Jogja dia nurut, enggak nakal dan belum pernah sakit," jelasnya.
"Opname itu belum pernah. Cuma ini, kok langsung mendadak," imbuhnya.
Hariyanto mengatakan bahwa sang putra sempat menjalani perawatan sekitar 20 hari di RS Kariadi Semarang.
Ia awalnya juga tidak berpikir bahwa sakit yang diderita anaknya akan sejauh ini.
"Saya itu sebelumnya enggak berpikir jauh, artinya enggak berpikir sampai seperti ini," ucapnya.
"Sampai terjadi anak saya sudah kembali kepada Allah, itu belum istilahnya seperti mimpi," tambahnya.
Hariyanto mengatakan, kondisi anak yang sakit tidak bisa dibesuk saat dirawat di Semarang.
"Dirawat di Semarang kan enggak boleh dibesuk. Karena penyakitnya itu kan trombositnya menurun, otomatis imunnya menurun," paparnya.
Dikarenakan Hariyanto yang sudah kangen dengan anaknya, ia memaksa untuk bisa bertemu melepas kangen pada hari ke-8.
"Tapi alhamdulillah ya, sebelumnya (bertemu)," ujarnya.
Sebagai orang tua Benny, Hariyanto memohon doa agar almarhum Benny Indra Ardhianto diterima amal ibadahnya, diampuni dosa-dosanya, serta meninggal dengan husnul khatimah. (*)