TRIBUNSUMSEL.COM - Lucky Widja vokalis band Element meninggal dunia di Rumah Sakit Halim, pada Minggu (25/1/2026) malam.
Kepergian Lucky meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan kerabat dekatnya, salah satu sang sahabat Ferdy Tahier.
Ferdy Tahier membeberkan kronologi meninggalnya dan kondisi kesehatan Lucky, yang mulai menurun sejak dua tahun belakangan ini.
Menurut Ferdy, Lucky Widja masih sempat berjalan kaki sendirian ke rumah sakit sebelum mengembuskan napas terakhirnya.
Diungkap oleh Ferdy, Lucky seharusnya melakukan cuci darah pada Jumat (23/1/2026).
Namun saat itu kondisi Lucky tiba-tiba drop sehingga jadwal cuci darah harus diundur.
Lucky kemudian hendak cuci darah pada Sabtu, namun penuh.
Baca juga: Nyaris Jatuh Pingsan, Tangis Ibunda Lucky Widja Pecah saat Lepas Kepergian Putranya di Pemakaman
Akhirnya di hari Minggu (25/1/2026), Lucky Widja pergi ke rumah sakit dengan sisa tenaganya.
Di sana kondisinya sudah drop hingga dilarikan ke UGD.
Dokter sudah berusaha memberikan pertolongan pada Lucky, namun ayah satu anak itu meninggal dunia pada Minggu malam.
"Baru dikabarin jam 23.00 WIB barusan, dia meninggal jam 22.20 WIB," kata Ferdy Element dikutip dari Youtube Intens Investigasi, Senin (26/1/2026).
Lucky Widja meninggal dunia di Rumah Sakit Halim, Jakarta.
Menurut Ferdy, Lucky sempat dipompa jantungnya pada pukul 14.00 WIB.
"Jadi Lucky itu harusnya cuci darah hari Jumat, drop, akhirnya dia mundur ke Sabtu penuh, akhirnya tadi pas jam 14.00 WIB dia masih bisa (bertahan)," jelasnya.
"Sampe hari Minggu masuk ke UGD, dia dipompa dari jam 14.00 WIB siang. Tapi dari ginjalnya udah naik ke jantung," tambah Ferdy Element.
Menurut Ferdy, Lucky sudah menderita penyakit ginjal sejak dua tahun belakangan.
"Udah 1-2 tahun ini ginjalnya memang bermasalah, tapi tiba-tiba dia jadi sesek napas," kata Ferdy.
Ia mengenang momen terakhir dirinya bertemu dengan Lucky saat manggung di Kalimantan.
"Kemarin pas tahun baru, terakhir kita di Kalimantan, dia bilang sekarang jadi sesek napas," jelas Ferdy Tahier.
Menurut Ferdy, Lucky selama ini tak pernah banyak cerita soal pengobatannya.
"Dia orangnya gak pernah ngomong, kita gak pernah tahu dia ke rumah sakit, kita gak pernah dikasih tahu bahwa dia di rumah sakit," kata dia.
Bahkan di hari Minggu itu, kata Ferdy, Lucky Widja masih berjalan seorang diri ke rumah sakit.
"Dia sendiri, apa-apa sendiri, dia masih jalan kaki ke sananya. Dia dateng, nunggu sendiri, jalan sendiri, jadi orang gak akan nyangka," tambahnya.
Ia pun menyebut kalau Lucky yang wafat di usia 50 tahun ini merupakan sosok yang gigih dan semangat.
"Apa-apa semangat, kadang masih mikirin urusan lain daripada kesehatan dia. Dia apa-apa sendiri, gak pernah minta anter. Minta doanya lah semuanya, kalau ada punya salah maafin," katanya.
Bahkan saat Lucky masuk UGD pun, kata dia, tak ada yang tahu karena ia hanya seorang diri.
"Gak ada yang tahu, dia pergi sendiri, jalan sendiri gitu," jelas Ferdy lagi.
Lucky Widja meninggal dunia di RS Halim Jakarta pada Minggu (25/1/2026) malam.
Ia meninggalkan istri dan seorang anak.
Jenazah Lucky pun sudah dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta pada Senin (26/1/2026) siang.
Sementara, sang istri Sharuna, mengatakan kalau sebelum meninggal dunia, Lucky kondisinya sedang drop.
"Beberapa hari emang gak enak badan, lalu pagi ke IGD, masuk ICU, setelah itu malamnya berpulang," kata Sharuna dikutip dari Youtube Grid.id, Senin.
Menurut sang istri, Lucky selama ini menderita penyakit TB ginjal dan TBC.
"Merusak ginjal, bukan paru-parunya, terus karena ginjalnya rusak harus cuci darah seminggu dua kali, sudah setahunan," katanya.
"Sebenarnya sudah gak enak beberapa hari terakhir, tapi belum mau dibawa ke rumah sakit," tambah Sharuna.
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com