TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konflik antara Denada dan seorang pemuda bernama Resaa Rizky Rosano (24) menjadi perhatian publik selama beberapa minggu belakangan ini.
Masalah tersebut muncul setelah Ressa Rizky Rosano melayangkan gugatan perdata kepada Denada, atas kasus dugaan penelantaran anak dengan permintaan ganti rugi biaya hidup senilai Rp 7 Miliar.
Baca juga: Ngaku Anak Kandung Denada, Ressa Rizky Rossano Ternyata Tak Tahu Ayah Biologisnya
Resaa Rizky Rosano mengklaim ia adalah anak Denada, serta dirinya merasa ditelantarkan tidak diberikan nafkah selama 24 tahun.
Ronald Armada, kuasa hukum sekaligus kakak ipar Ressa Rizky Rosano membongkar aib itu lantaran selama ini, Denada tidak menunjukkan itikad baiknya.
Bahkan, Ronald Armada merasa kalau Ressa, bukanlah ditelantarkan oleh Denada, melainkan diabaikan karena tidak diakui dan tak dinafkahi.
"Mohon maaf, frasa penelantaran anak itu sebetulnya datang dari kawan-kawan pers. Kalau mau tanya frasa apa yang paling pantas untuk judul drama ini, konsepnya adalah membuang anak," kata Ronald Armada dalam wawancara virtual, Kamis (22/1/2026) malam.
Menurut Ronald, jika penelantaran orang tua masih mengakui anaknya. Namun dalam kasus Ressa, ia merasa kliennya seolah tidak diinginkan oleh Denada.
Bahkan, beredar kabar di media sosial yang dikonfirmasi oleh Ronald, bahwa Ressa sempat ditawarkan kepada orang lain untuk dirawat saat masih kecil, sebelum akhirnya menetap di Banyuwangi.
"Ya tahu (kabar itu). Karena memang... nanti sajalah, biar Ibu mertua saya yang menerangkan lebih komprehensif," ucapnya sambil menahan emosi.
Fakta menyedihkan lainnya diungkapkan Ronald, bahwa Ressa baru mengetahui identitas ibu kandungnya adalah Denada, setelah Emilia Contessa meninggal dunia.
Hal ini menjadi ironi besar bagi Ronald, mengingat Denada di mata publik dikenal sebagai sosok ibu yang sangat baik dan pejuang bagi anaknya sendiri.
"Menjadi ironis hasilnya di belakang ketika dia (Denada) juga kemudian diketahui menelantarkan anaknya, yaitu Ressa," jelasnya.
Pihak Ressa berharap adanya social justice atau keadilan sosial dari masyarakat, untuk menilai bagaimana sebenarnya perlakuan keluarga Denada tersebut terhadap darah dagingnya sendiri.
"Saya bicara ini semua benar loh, saya berani membuktikannya. Saya tidak takut digugat," ujar Ronald Armada.
Menanggapi tudingan itu, Denada melalui kuasa hukumnya Muhammad Iqbal mengurai kekecewaan ibu anak satu tersebut.
Ia tak memungkiri kliennya kecewa pada sosok Dino Rossano Hansa yang merupakan paman dan satu-satunya adik dari ibu kandungnya.
"Mbak Denada kemarin sangat menyesalkan terkait permasalahan ini. Penggugat dua kan masih paman, masih adiknya mamanya dan satu-satunya yang masih ada," ujar Iqbal, dikutip dari YouTube Insertlive, Kamis (15/1/2026).
Menurut Iqbal, Dino seharusnya menjadi sosok ayah baginya.
"Seharusnya dia jadi ayah terhadap Mbak Denada meskipun tidak secara langsung ya kan bisa dimintai nasihatlah," imbuhnya.
"Mamanya udah nggak ada, Omnya kan bisa dianggap sebagai ayahlah intinya. Kok malah gini," beber Iqbal lagi.
Pihaknya menyoroti sikap paman Denada menanggapi masalah ini.
"Bukan masalah penyelesaiannya, lebih ke sikapnya ini loh," tambah Iqbal.