TRIBUNBATAM.id, BINTAN  - Malik, pekerja di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) sudah tiga hari menghilang.

Dia dilaporkan terseret arus laut di perairan area ponton pengeboran milik PT. Shandong Geologi Eksplorasi, sejak Senin (19/1/2026) sekira pukul 14.10 WIB.

Warga Desa Numbing, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) itu belum terdeteksi keberadaannya pasca terseret arus.

Tim SAR gabungan hingga hari ini masih berjibaku mencari Malik.

Ini merupakan pencarian hari ketiga.

Kapolres Bintan, AKBP Argya Satrya Bhawana, S.H., S.I.K melalui Kasat Polairud Polres Bintan Iptu Syafril menyampaikan, pencarian hari ini fokus ke sejumlah pulau sekitar Pulau Poto.

"Kami belum bisa keluar, soalnya angin dan ombak hari ini sangat kuat," sebut Syafril, Rabu (21/1/2026).

Meski begitu, sekitar 40-an orang petugas masih setia dan semangat memantau Malik.

Sejauh ini pihaknya, belum menambah personel.

Keluarga Malik turut datang ke lokasi untuk mencari korban. 

"Keluarga sangat merindukan Malik. Mereka sangat menantikan kepulangan Malik," cerita Syafril. 

Proses pencarian ini akan berlanjut hingga hari ke tujuh. 

"Kami akan update kondisi di lapangan setiap hari," katanya. 

Pekerja PT BAI di Bintan Hilang

Malik sebelumnya dilaporkan hilang di perairan tepat di depan PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI), Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri).

Peristiwa tersebut kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat setempat, hingga viral di media sosial (medsos).

Satu orang dilaporkan selamat, satu orang sudah ditemukan meninggal, dan satu orang lagi yakni Malik masih hilang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kelas A Tanjungpinang, Fazzli menjelaskan, mulanya seorang pekerja bernama Malik terseret arus deras.

"Kala itu Malik berteriak meminta tolong, kepada rekan kerjanya yang lain," sebut Fazzli.

Mendengar teriakan itu, dua pekerja lain, Ranggi dan Reza Ade Jumawar sontak melompat ke laut.

Mereka ingin menolong Malik. Niat baik itu justru membawa petaka.

Keduanya justru ikut terseret arus kencang.

Ranggi berhasil selamat, tapi Reza Ade Jumawar, warga Kampung Bina Maju, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, ditemukan meninggal dunia. 

"Ranggi selamat dengan cara naik ke atas ponton," akunya. 

Sampai dengan saat ini Tim SAR masih mencari Malik.

Tim SAR akan fokus mencari dan menyisir sekitar perairan Pulau Poto guna menemukan keberadaan korban Malik. 

Dia mengimbau kepada masyarakat atau nelayan yang melihat korban, agar bisa menginformasikan kepada tim gabungan. 

"Mohon doa dan dukungan selama proses pencarian korban," pesannya. (TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng)

Array
Baca Lebih Lanjut
Jejak Terakhir Yasid di Bukit Mongkrang: Harapan Keluarga Menggantung di Tengah Pencarian SAR
Warga Bintan Tewas Tenggelam saat Memancing di Pantai Lobo, Polisi Kawal Pemakaman Hingga TPU
Viral Pekerja Migran di Oman Nangis Minta Pulang, Keluarga di Konawe Sulawesi Tenggara Cari Bantuan
Pencarian Korban karena Diterkam Buaya Sungai Sangkuranai Paser Dihentikan, Permintaan Keluarga
Budi Susilo
Pelayat Padati Rumah Duka Korban Tenggelam di Pantai Lobo Bintan, Warga Kenang Sosok Tomi
ABK Kapal Tamark 02 Jatuh ke Laut di Tanjung Pinggir Batam, Area Pencarian Diperluas 4 Mil
Pekerja Sawit Ditemukan Meninggal Setelah Dikabarkan Jatuh di Sungai Santan Ulu Kukar
Awalnya Pamit Turun Cari Bantuan, Syafiq Ali Malah Ditemukan Meninggal di Lereng Atas Gunung Slamet
Pelajar di Jember Ditemukan Tewas di Sungai Tanggul Usai Tiga Hari Pencarian
Curhat Pembudidaya Rumput Laut di Tarakan: Harga Turun, Hanya Rp 10 Ribu Per Kilo