TRIBUNTRENDS.COM - Konten kreator Mat Peci unggah video pernikahan dengan istri kedua, sindir soal pernikahan Insanul Fahmi dan Inara Rusli.
Mat Peci selama ini dikenal sebagai konten kreator yang berpoligami, ia memiliki dua istri.
Istri pertamanya bernama Achie sedangkan istri kedua bernama Ochie.
Meski menjalani pernikahan poligami, kehidupan rumah tangganya akur harmonis bersama kedua istri.
Bahkan istri pertama dan istri kedua begitu akrab selayaknya saudara kandung,
Keharmonisan itu tercipta lantaran Mat Peci tidak mengawali poligaminya dengan perselingkuhan.
Baca juga: Momen Pertemuan Insanul Fahmi & Wardatina, Suami Siri Inara Beri Ini Ke Anaknya, Mawa Tampak Cuek
Ia menikahi Ochie lantaran sudah mendapat izin dari Achie.
Bahkan Achie sendirilah yang mencarikan sosok istri kedua untuk suaminya.
Dalam unggahan Instagram pada Senin (19/1/2026), Mat Peci mengenang momen pernikahannya bersama Ochie.
Ia mengunggah video ketika menikahi Ochie sebagai istri keduanya.
Terlihat dalam video itu, Achie turut mendampingi.
Achie menemani Ochie berjalan ke pelaminan untuk dinikahi oleh sang suami.
Uniknya melalui caption unggahan, Mat Peci turut menyindir pernikahan siri Insanul Fahmi dan Inara Rusli.
Menurutnya, seandainya saja Insan mengawali poligami dengan cara yang benar, maka bisa jadi nasib pernikahannya akan lebih baik.
"Ini seandainya jika umpamanya mawa setuju lho ya, cuma seandainya…
Baca juga: Lawyer Tak Gentar Andai Inara Tersangka, Ingatkan Mawa Sebuah Fakta: Jangan Harap Bisa Menahan Inara
Tapi mawa ga setuju," tulis Mat Peci.
Ia menambahkan caption dengan kembali menegaskan bahwa poligami harus dilakukan dengan cara yang benar, bukan diawali dengan perselingkuhan.
"Disclaimer : Adegan hanya dilakukan oleh Profesional, yg ga kuat skip aja, buat yg maksa nonton boleh siapkan tabung oksigen, obat hipertensi, alat pacu jantung, klo perlu Stand by kan ambulans & keranda, ini video kelas berat ga kaleng2, jangan coba2 ya, cuma ngasih tau klo poligami itu berat, bukan untuk di tiru
Efek samping buat yg maksa nonton : jantung copot, paru-paru kempes, ginjal bocor, tiba2 tantrum
Postingan ini berbahaya bagi mereka pendukung selingkuh via zina & maksiat, sekali lagi klo ga kuat skip aja
Poligami itu sulit… poligami beda dengan selingkuh, karena poligami tidak di awali dengan selingkuh
Poligami itu menikah lagi untuk seumur hidup, menafkahi 2 keluarga seumur hidup, bukan asal celap celup," pungkas Mat Peci.
Unggahan videonya itu kini dibanjiri ribuan komentar.
Banyak netizen yang memuji lantaran kedua istri Mat Peci bisa hidup berdampingan dengan akur dan harmonis.
Inara Rusli kembali mendatangi Polda Metro Jaya bersama tim kuasa hukumnya pada Selasa (13/1/2025).
Kali ini, kedatangan mereka membawa misi khusus: menindaklanjuti permohonan restorative justice atas laporan dugaan perzinaan yang dilayangkan Wardatina Mawa, istri sah Insanul Fahmi.
Namun langkah tersebut tidak berjalan mulus.
Pihak Wardatina telah menunjukkan sikap penolakan terhadap upaya damai yang diajukan pihak Inara.
Meski demikian, tim Inara memilih tetap kukuh menempuh jalur kekeluargaan.
Baca juga: Insanul Fahmi Akan Laporkan Kakak Mawa yang Anggota Polri, Diduga yang Membuka Rekaman CCTV Inara?
Kuasa hukum Inara, Daru Quthny, menyebut kehadiran mereka di Unit Renakta Polda Metro Jaya bertujuan memperoleh kepastian hukum terkait sikap pihak pelapor.
“Kami meminta perlindungan hukum serta konsultasi supaya bisa terwujudnya restorative justice,” ungkap Daru.
Ia menegaskan penolakan awal tidak akan mematahkan tekad kliennya untuk menyelesaikan persoalan di meja mediasi ketimbang berlanjut ke pengadilan.
“Jadi tetap dari pihak Inara kukuh berkeinginan untuk bisa terlaksananya restorative justice atau perdamaian.
Seperti apa keinginan Mawa, kita juga belum tahu,” tambah Daru.
Daru memastikan bahwa keinginan berdamai lahir murni dari Inara sendiri.
“Kami kuasa hukum hanya menjalankan apa yang menjadi keinginan dari diri dia tanpa ada intervensi apa pun,” ucapnya.
Daru menjelaskan bahwa hal terpenting dalam perkara ini adalah nasib anak-anak.
“Ini kan masih ada kaitannya dengan masa depan anak juga. Jadi kita akan berusaha,” tuturnya.
Ia menilai konflik berkepanjangan akan berdampak buruk pada psikologis anak, sehingga perdamaian tetap diupayakan.
Hingga kini, belum ada komunikasi langsung antara Inara dan Wardatina maupun antara kuasa hukumnya. Karena itu, mereka menggantungkan harapan pada polisi sebagai mediator.
“Kami masih meminta dibantu pihak Renakta supaya bisa menjembatani,” tegas Daru.
Jika damai ditolak, proses hukum lanjut, Daru menyadari konsekuensi jika upaya damai gagal.
“Kalau memang belum terjadi perdamaian, ya kita kembalikan kepada pihak penyidik,” ujarnya. (Tribun Trends/GPS/MNL)