TRIBUNTRENDS.COM - Ternyata, Syafiq Ridhan Ali Razan sempat menelepon Ibunya saat tersesat di Gunung Slamet.
Sebelum dinyatakan hilang selama 17 hari, Syafiq sempat menelepon Ibunya dan menjadi kontak terakhir.
Jenazah Syafiq telah diautopsi dan dinyatakan meninggal dunia sekitar 15 hari sebelum ditemukan.
Baca juga: Mimpi Misterius Syafiq Ali Saat Tersesat di Gunung Slamet: Jalan Keluar Turun ke Jurang
Beberapa waktu setelah berpisah, Syafiq sempat melakukan panggilan telepon kepada sang ibu.
Dalam komunikasi singkat tersebut, ia mengabarkan bahwa dirinya tersesat di Gunung Slamet.
Panggilan Syafiq dengan Ibunya itu menjadi kontak terakhir antara Syafiq dan keluarganya.
Setelahnya, ponsel korban tidak lagi dapat dihubungi sehingga keberadaan korban membuat keluarga khawatir.
Tim SAR gabungan bersama relawan dan warga setempat langsung melakukan operasi pencarian.
Himawan lebih dulu ditemukan dalam kondisi selamat, namun diketahui tidak bersama Syafiq saat kejadian.
Proses pencarian terhadap Syafiq terus dilakukan hingga lebih dari dua pekan, hingga jenazah Syafiq ditemukan di lokasi yang relatif dekat dengan titik awal ditemukannya barang-barang pribadinya.
Baca juga: Netizen Temukan Akun TikTok Milik Syafiq Ali, Sempat Curhat Patah Hati Sebelum Mendaki Gunung Slamet
Di tengah kabar duka, ungkapan pilu sang ayah dalam mencari putranya terus terngiang.
Selama masa pencarian, ia terus melantunkan doa dengan kalimat sederhana namun penuh harap, “Ali, Ali pulang, Ali,” sebagai wujud cinta dan harapan agar putranya bisa kembali ke rumah.
Kini, jenazah Syafiq Ali Razan telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Tidak jauh dari lokasi ditemukannya sejumlah barang pribadi korban yang lebih dulu tercecer, termasuk jas hujan.
Baca juga: Keluarga Syafiq Ali Tolak Autopsi, Biarkan Penyebab Kematian Jadi Rahasia Gunung Slamet: Kami Ikhlas
Ayah korban menuturkan, sebelum berangkat mendaki, Syafiq sempat berpamitan kepada keluarga seperti biasanya.
Tidak ada firasat apa pun yang dirasakan saat Syafiq memulai pendakian bersama seorang rekannya, Himawan, pada 27 Desember 2025 melalui jalur Dipajaya.
Dalam perjalanan, situasi berubah ketika Himawan mengalami kram kaki di Pos 5.
Syafiq kemudian meminta rekannya untuk menunggu sementara dirinya berniat turun atau mencari bantuan.
Sejak saat itulah, Syafiq tak pernah kembali menemui Himawan dan dinyatakan hilang sebelum ditemukan meninggal dunia 17 hari kemudian.
(TribunTrends.com/Talitha)