TRIBUNTRENDS.COM - Tabir kondisi jasad Syafiq Ridhan Ali Razan, pendaki Gunung Slamet yang ditemukan meninggal dunia, perlahan terkuak setelah tim medis melakukan pemeriksaan awal.

RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga pada Kamis (15/1/2026) telah menyelesaikan visum luar terhadap jenazah Syafiq Ali untuk mengungkap kondisi tubuh korban sebelum dimakamkan.

Hasil pemeriksaan ini menjadi satu-satunya dasar medis yang tersedia, mengingat pihak keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pemeriksaan ke tahap otopsi.

Baca juga: Otopsi Jadi Kunci Ungkap Kematian Syafiq Ali, Himawan Dicurigai Gegara Keterangan yang Berubah-ubah

Identifikasi Awal: Pemeriksaan Luar Jadi Tumpuan

Dokter Gunawan Santosa, yang memimpin pemeriksaan dari tim medis, menjelaskan bahwa prosedur yang dilakukan terbatas pada pemeriksaan bagian luar tubuh jenazah.

“Hari ini pemeriksaan yang kami lakukan adalah visum luar.

Dari identifikasi awal, korban berjenis kelamin laki-laki,” ujar Dokter Gunawan Santosa.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dari kepala hingga ujung kaki guna memastikan ada atau tidaknya tanda kekerasan maupun penganiayaan.

Luka dan Patah Tulang di Paha Kiri Jadi Temuan Penting

Dari hasil pemeriksaan awal, pada bagian anggota gerak bawah mengungkap temuan yang cukup signifikan. 

Tim medis menemukan adanya luka pada paha kiri korban.

“Pada ekstremitas bawah kiri ditemukan luka berukuran sekitar 6 cm x 5 cm.

Di lokasi luka tersebut terdapat tanda-tanda patah tulang paha kiri. 

Secara visual terlihat adanya deformitas atau perubahan bentuk bila dibandingkan dengan kaki kanan, dan saat diraba memang terdapat tanda patah tulang,” terang Dokter Gunawan.

Namun demikian, luka dan patah tulang tersebut belum bisa dipastikan sebagai penyebab utama kematian.

TRAGEDI SYAFIQ ALI - Jenazah pendaki gunung Slamet Syafiq Ali tiba di pintu masuk jakur pendakian gunung Malang, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga
TRAGEDI SYAFIQ ALI - Jenazah pendaki gunung Slamet Syafiq Ali tiba di pintu masuk jakur pendakian gunung Malang, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga (Kolase TribunTrends/via Kompas)

Tak Ditemukan Jejak Kekerasan di Tubuh Korban

Meski ditemukan luka dan patah tulang, namun pada pemeriksaan lanjutan tim medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada sebagian besar tubuh korban.

Dokter Gunawan menegaskan, hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi tubuh yang tidak mengarah pada dugaan penganiayaan.

“Dari pemeriksaan kepala tidak ditemukan jejas atau tanda kekerasan. Begitu juga di leher, dada, maupun perut, tidak ditemukan tanda penganiayaan atau kekerasan,” katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus memperkuat kesimpulan sementara bahwa kematian Syafiq Ali tidak disebabkan oleh tindak kekerasan pihak lain.

Baca juga: Relawan Lahar Brata Bongkar Sikap Tak Empati Himawan saat Diinterogasi Soal Syafiq: Asik Main Game

 

Penyebab Kematian Masih Tak Bisa Dipastikan

Dokter Gunawan menegaskan bahwa keterbatasan pemeriksaan menjadi kendala utama dalam memastikan penyebab kematian Syafiq Ali.

Karena hanya dilakukan visum luar, tim medis tidak dapat menyimpulkan apakah luka tersebut akibat terjatuh atau penyebab lain.

“Untuk penyebab pasti kami tidak bisa menyimpulkan, karena ini hanya pemeriksaan luar. Namun dari hasil visum luar ini memang tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan,” tegasnya.

Dengan demikian, penyebab pasti wafatnya Syafiq masih menjadi tanda tanya yang tak sepenuhnya terjawab secara medis.

Kondisi Jenazah Tunjukkan Kematian Sudah Lama Terjadi

Lebih lanjut, dokter Gunawan mengungkapkan bahwa kondisi jenazah Syafiq Ali telah mengalami pembusukan lanjut.

Proses tersebut ditandai dengan ditemukannya belatung di sejumlah bagian tubuh korban.

Berdasarkan kondisi tersebut, tim medis memperkirakan Syafiq telah meninggal dunia cukup lama sebelum jasadnya ditemukan.

“Perkiraan waktu kematian kurang lebih 15 hari, dilihat dari kondisi jenazah dan keberadaan belatung,” tukasnya.

Perkiraan itu selaras dengan rentang waktu sejak Syafiq dinyatakan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Slamet.

Baca juga: Pengakuan Himawan saat Diinterograsi, Sempat Cekcok dengan Syafiq Sebelum Berpisah, Apa Pemicunya?

Keluarga Tolak Otopsi, Jenazah Diserahkan untuk Dimakamkan

Sementara itu, Wakapolres Purbalingga, Kompol Agus Amjat Purnomo, menambahkan bahwa pihak keluarga telah menyatakan sikap untuk tidak melanjutkan pemeriksaan ke tahap otopsi.

Menurutnya, keputusan tersebut telah disampaikan secara resmi melalui koordinasi antara keluarga, kepolisian, dan pihak rumah sakit.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, Polres Purbalingga secara resmi menyerahkan jenazah almarhum kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Di tengah berbagai temuan medis dan keterbatasan pemeriksaan, keluarga memilih jalan ikhlas menutup bab terakhir perjalanan Syafiq Ali dengan doa, bukan dengan perpanjangan prosedur medis.

***

Array
Baca Lebih Lanjut
Dokter Ungkap Hasil Visum Syafiq Ali Pendaki Tewas di Gunung Slamet, Tak Ada Tanda Penganiayaan
Misteri Belatung di Tubuh Syafiq Ali: Hasil Visum Ungkap Sang Pendaki Sudah Tewas 15 Hari Lalu
Pengakuan Himawan saat Diinterograsi, Sempat Cekcok dengan Syafiq Sebelum Berpisah, Apa Pemicunya?
"Patah Tulang Paha" Dokter Ungkap Hasil Visum Jenazah Pendaki Gunung Slamet Syafiq Ali
Jenazah Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet Tiba di Magelang, Sang Ayah Terpukul Berat: Kami Ikhlas Nak
Janggal Pengakuan Himawan, Sahabat Syafiq Ali Pendaki Hilang 17 Hari di Slamet: Tak Sesuai Fakta
RIP Syafiq Ali, Meninggal di Gunung Slamet Saat Cari Bantuan untuk Himawan, Ada Pesan untuk Mantan
Gelagat Himawan Teman Syafiq Ali yang Ikut Mendaki Gunung Slamet, Dengar Suara Korban: Nyebut Namaku
Kondisi Pilu Syafiq Ali saat Ditemukan di Gunung Slamet: Nyaris Hipotermia Badannya Sujud
Sosok Himawan Teman Syafiq Yang Selamat dari Gunung Slamet, Pamit ke Ayah Naik Gunung Sumbing