TRIBUNSUMSEL.COM - Contoh studi kasus Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2025 tentang Media Pembelajaran berikut bisa dijadikan referensi bagi Bapak/Ibu guru peserta PPG Kemenag Batch 4 2025. 

Uji pengetahuan yang menjadi bagian dari Uji Kompetensi Mahasiswa PPG atau UKMPPG peserta PPG Transformasi Daljab 2025 Batch 4 dijadwalkan 17 dan 18 Januari 2025. 

Ada dua tipe soal yang mungkin dikeluarkan Panitia  Penyelenggara UPPPG 2025 yakni tipe pilihan ganda juga tipe uraian studi kasus sebanyak 350 kata. 

Tribunsumsel.com kali ini menyajikan contoh Kasus PPG 2025 Tentang Media Pembelajaran, 350 Kata diolah dari laman ArieIswanto nomor 906385548 diakses Kamis, 8 Januari 2026. 

___________

Contoh Studi Kasus PPG 2025 Tentang Media Pembelajaran, Minimal 350 Kata

A. MASALAH MEDIA PEMBELAJARAN

1. Apa masalah yang pernah dihadapi?

Salah satu masalah utama yang pernah saya hadapi dalam penggunaan media pembelajaran adalah keterbatasan sarana teknologi di sekolah. Tidak semua ruang kelas dilengkapi dengan proyektor, speaker, atau jaringan internet yang memadai. Ketika saya ingin menampilkan materi dalam bentuk video atau presentasi interaktif, kendala teknis sering muncul, seperti listrik padam atau sinyal internet yang lemah. Kondisi ini tentu menghambat kelancaran pembelajaran.

Masalah lain adalah kurangnya kompetensi sebagian guru, termasuk saya pada awalnya, dalam menguasai media pembelajaran berbasis digital. Meskipun sudah tersedia perangkat tertentu, penggunaannya belum maksimal karena keterbatasan keterampilan dalam mengoperasikan aplikasi, mengedit materi, atau mengintegrasikan media dengan strategi pembelajaran. Akibatnya, pembelajaran menjadi monoton dan siswa kurang termotivasi untuk aktif.

Selain itu, tidak semua media sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. Ada kalanya media terlalu kompleks untuk dipahami atau justru terlalu sederhana sehingga tidak menantang siswa. Kesesuaian antara media, materi, dan tingkat pemahaman siswa menjadi tantangan tersendiri.
Jika media tidak tepat, tujuan pembelajaran sulit tercapai meskipun guru sudah berusaha menyampaikan materi dengan baik.

2. Bagaimana mengatasi masalah yang dihadapi?

Untuk mengatasi keterbatasan fasilitas, saya mulai memanfaatkan media alternatif yang lebih sederhana namun tetap kreatif. Misalnya, saya membuat poster, alat peraga, atau menggunakan benda nyata dari lingkungan sekitar sebagai sarana belajar. Selain itu, saya menyiapkan materi dalam bentuk offline, seperti video yang sudah diunduh sebelumnya, sehingga tetap bisa digunakan meskipun tanpa koneksi internet. Hal ini membuat pembelajaran tetap berjalan lancar meskipun sarana teknologi terbatas.

Dalam mengatasi keterbatasan kompetensi, saya berinisiatif mengikuti pelatihan daring, workshop, dan belajar mandiri melalui tutorial video. Saya juga berdiskusi dengan rekan sejawat yang lebih menguasai teknologi, sehingga sedikit demi sedikit keterampilan saya meningkat. Dengan cara ini,
saya tidak hanya bisa mengoperasikan media digital, tetapi juga dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan pembelajaran.

Selain itu, saya mulai menerapkan prinsip “media sebagai alat bantu, bukan tujuan utama.” Artinya, saya tidak bergantung sepenuhnya pada media canggih, tetapi menyesuaikan dengan konteks pembelajaran dan kondisi siswa. Pendekatan ini membantu saya lebih fleksibel dan kreatif
dalam mengelola kelas, sehingga siswa tetap aktif belajar meskipun medianya sederhana.

3. Bagaimana hasil upaya yang dilakukan?

Hasil dari upaya tersebut mulai terlihat dalam proses pembelajaran. Siswa lebih tertarik ketika saya menggunakan media sederhana yang dekat dengan kehidupan mereka, seperti benda nyata atau gambar buatan tangan. Kreativitas dalam mengemas media membuat suasana kelas lebih hidup dan interaktif. Dengan begitu, siswa tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi maupun praktik.

Di sisi lain, peningkatan keterampilan saya dalam menguasai media digital juga memberikan hasil yang signifikan. Saya kini lebih percaya diri menggunakan aplikasi presentasi, membuat video pembelajaran, hingga memanfaatkan platform pembelajaran daring. Hal ini memberi variasi dalam
metode mengajar, sehingga siswa tidak cepat bosan dan bisa belajar dengan lebih menyenangkan.

Selain itu, hasil yang paling terasa adalah meningkatnya pemahaman siswa terhadap materi. Mereka lebih mudah menangkap konsep karena media yang digunakan sesuai dengan gaya belajar mereka. Dengan demikian, penggunaan media yang tepat dan kreatif bukan hanya mempermudah guru, tetapi juga meningkatkan kualitas hasil belajar siswa.


4. Apa pengalaman berharga yang bisa didapatkan untuk meningkatkan diri dalam melaksanakan tugas keprofesian guru?

Pengalaman berharga yang saya dapatkan adalah bahwa seorang guru harus selalu fleksibel, kreatif, dan inovatif dalam menggunakan media pembelajaran. Keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk menyerah, tetapi justru menjadi pemicu untuk mencari alternatif. Guru yang mampu menghadirkan pembelajaran menarik dengan media sederhana akan lebih dihargai karena mampu mengubah keterbatasan menjadi kekuatan.

Selain itu, saya belajar bahwa peningkatan kompetensi adalah bagian penting dari profesionalisme guru. Dunia pendidikan selalu berkembang, terutama dengan hadirnya teknologi digital. Oleh karena itu, guru harus terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman agar tidak tertinggal. Penguasaan media pembelajaran modern adalah investasi yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa maupun guru itu sendiri.

Akhirnya, pengalaman ini membuat saya semakin yakin bahwa guru bukan sekadar penyampai materi, tetapi juga fasilitator dan inspirator. Media hanyalah sarana, namun sikap kreatif, ketekunan belajar, dan semangat inovasi seorang guru adalah hal yang paling berharga. Dengan pengalaman ini, saya semakin termotivasi untuk meningkatkan diri dan melaksanakan tugas keprofesian dengan lebih baik di masa mendatang.

===

*) Disclaimer:

Kunci jawaban di atas hanya digunakan sebagai panduan bagi Guru Peserta Pelatihan PPG Daljab Kemenag 2025. Soal bersifat terbuka sehingga memungkinan ada jawaban lainnya.

Demikian Contoh Studi Kasus PPG 2025 Tentang Media Pembelajaran, Minimal 350 Kata, PPG Kemenag Batch 4 2025

Baca juga: 50 Contoh Soal PPG Akidah Akhlak Terbaru dan Jawaban, Uji Pengetahuan PPG Kemenag Batch 4 2025

Baca juga: 15 Contoh Soal Try Out PPG Fikih dan Kunci Jawaban, Uji Pengetahuan PPG Kemenag Batch 4 2025

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

 

Array
Baca Lebih Lanjut
Contoh Soal Studi Kasus PPG Lengkap dengan Pembahasan dan Kunci Jawaban, Ada 15 Soal
Ragam Pilihan Industri di SIB Mandiri Batch 4, Siap Sukseskan Karier Masa Depan!
Detik
Kemdiktisaintek Buka Magang 2026 Batch 1, Mahasiswa Ayo Daftar!
Detik
Shai dan Brunson Pemain Terbaik NBA Desember 2025
Antaranews
Syarat Pendaftaran PKL Kemendikti Batch 1 Tahun 2026, Perhatikan Formasi yang Tersedia
4 Contoh Cerita Liburan di Rumah 3 Paragraf, Tugas Sekolah Awal Semester 2 TA 2025/2026
Tentang Strict Parents Lengkap: Pengertian, Contoh, dan Dampaknya pada Kehidupan Remaja
Murray harus absen minimal sebulan akibat cedera pergelangan kaki
Antaranews
Arti Kata Imajinasi, Imajinasi Artinya, Ciri-ciri, Contoh, Jenis-jenis, Fantasi dan Imajinasi
25 Kata-kata Hari Pertama Masuk Sekolah Lucu, Jadikan Caption Awal Semester 2 TA 2025/2026