TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Jalan Lingkar Sumbing (Jalisu) yang baru di wilayah Wonosobo, mendadak ramai dikunjungi warga dan wisatawan.
Jalan yang baru selesai dibuka usai pembangunan ini menjadi viral di media sosial, karena menyuguhkan pemandangan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing sekaligus hamparan pertanian milik warga.
Pantauan tribunjateng.com di lokasi, Rabu (7/1/2026) cuaca cukup cerah, banyak pengendara yang sengaja menepi di pinggir jalan untuk menikmati panorama.
Setidaknya terdapat tiga titik lokasi yang menjadi spot foto menarik bagi wisatawan.
Baca juga: Viral Pendaki Tewas dalam Kecelakaan Menuju Gunung Sumbing Wonosobo, Istri Baru Melahirkan
Baca juga: Andang Sorot Usaha Tanpa Izin, Puluhan Usaha Wisata Muncul Menjamur di Telaga Menjer Wonosobo
Beberapa warga tampak membantu mengatur kendaraan agar arus lalu lintas tetap lancar, mengingat jalur ini juga masih aktif digunakan sebagai akses pertanian.
Di sekitar lokasi, sejumlah warga memanfaatkan momentum ini untuk berjualan minuman dan jajanan.
Sementara itu, kendaraan pengangkut sayur masih hilir mudik, bersamaan dengan warga yang bekerja di ladang.
Bagus, wisatawan asal Semarang, mengaku sengaja datang ke Wonosobo setelah melihat jalur tersebut viral di TikTok.
Ia berangkat dari Semarang sejak pukul 09.00 dengan tujuan utama melihat langsung Jalan Lingkar Sumbing ini.
“Ke sini sengaja karena lihat di TikTok viral tempatnya bagus, terus suasana sejuk jadi pengin lihat,” ujar Bagus.
Menurut Bagus, kondisi jalan relatif aman untuk dilalui meskipun jalan cukup berkelok-kelok.
“Jalannya lumayan ngga terlalu ekstrem, biasa saja, masih bisa dijalani,” tambahnya.
Bagus menilai panorama yang disajikan sesuai dengan yang ia lihat di media sosial. Lanskap pegunungan dan pertanian membuat suasana terasa sejuk dan asri.
“Pemandangannya cukup bagus suasananya ngga yang mendung banget pas cerah ini, dan asri,” katanya.
Ia berencana memutari ujung jalan untuk melihat keseluruhan panorama.
Fenomena jalur yang viral membuat wisatawan dari luar kota memanfaatkan kesempatan liburan di Wonosobo sekaligus menikmati udara segar pegunungan.
Sementara itu, Soliah, warga Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, mengatakan jalan lingkar ini mulai ramai sekitar akhir Desember 2025.
“Awal viral setelah pembangunan selesai, dan dibuka, sekitar akhir bulan Desember 2025,” ujarnya.
Soliah memanfaatkan momentum ini dengan berjualan di sekitar lokasi sejak sepekan terakhir. Ia menjual gorengan dan kopi dari pukul 06.00 hingga 20.00 WIB.
“Saya memanfaatkan dengan berjualan, Alhamdulilah ramai,” katanya.
Menurut Soliah, kondisi saat ini jauh berbeda dibanding sebelumnya.
“Dulu keadaannya sepi. Jalannya rolakan kecil hanya bisa lewat satu mobil. Dengan diaspal jadi lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, jalur baru ini juga menjadi daya tarik bagi pengunjung dari luar kota. Jalan ini menjadi akses mudah bagi warga dan wisatawan.
“Banyak dari luar kota datang. Pengunjung ke sini lihat pemandangan. Ngga cuma pagi sore, malam juga ramai," tambah Soliah.
Jalan Lingkar Sumbing bukan hanya destinasi wisata, tapi juga tetap menjadi akses vital bagi pertanian warga.
Beberapa kendaraan pengangkut sayur masih melintas, sementara warga terlihat sibuk di ladang.
“Ini jadi akses pertanian warga. Di sini kalau sekarang sayur seperti kubis, brokoli sama sawi, kalau September tembakau,” kata Soliah.
Soliah berharap pembangunan infrastruktur tidak hanya membuka akses wilayah, namun juga meningkatkan perekonomian warga. (ima)