TRIBUNNEWSBOGOR.COM – Ketika sebagian besar usaha kuliner menyesuaikan harga akibat kenaikan biaya produksi, Roti Unyil Masshita tetap mempertahankan harga produknya sebesar Rp.2.000 per buah.

Hal tersebut telah diterapkan sejak usaha ini berdiri pada tahun 2002 dan masih dijalankan hingga sekarang, tanpa menurunkan kualitas bahan baku maupun proses produksi.

Roti Unyil Masshita merupakan usaha yang bergerak di bidang kuliner roti.

Usaha ini pertama kali dirintis di Jakarta oleh ayah Reza, yang saat ini mengelola salah satu cabang Royi Unyil Masshita di Ciomas, Kabupaten Bogor.

Setelah beberapa tahun beroperasi, usaha tersebut dipindahkan ke Bogor dan terus dikembangkan hingga dikenal masyarakat dengan nama Roti Unyil Masitaku, sebelum akhirnya menggunakan nama Roti Unyil Masshita.

Rona Diara, istri Reza, menjelaskan bahwa nama Masshita diambil dari bahasa korea yang memiliki arti “enak”.

Pemilihan nama tersebut bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk harapan agar produk roti yang dihasilkan selalu memiliki rasa yang enak dan memuaskan konsumen.

“Masshita itu artinya enak. Kami ingin setiap roti yang kami jual bener-bener sesuai arti nama tersebut yaitu enak,”ujar Rona Diara saat di temui langsung di toko.

UMKM BOGOR – Pembeda utama Roti Unyil Masshita terletak pada pemilihan bahan baku berkualitas yang digunakan dalam setiap proses produksi. (TribunnewsBogor.com/Riga Fasya Dwi Jamaludin/Politeknik Negeri Jakarta)

Salah satu keunggulan utama Roti Unyil Masshita terletap pada strategi penetapan harga.

Hingga saat ini seluruh varian roti dijual dengan harga yang sama, yaitu Rp.2.000 per buah.

Harga tersebut dinilai terjangkau oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga keluarga.

Meski dibanderol dengan harga murah, Rona Diara menegaskan bahwa kualitas bahan baku tetap menjadi prioritas.

Ia juga menyebutkan pembeda utama Roti Unyil Masshita dengan roti lain terletak pada pemilihan bahan yang digunakan dalam proses produksi.

“Bahan dasar roti pada umumnya memang sama, seperti tepung, namun yang membedakan adalah kualitas bahan tambahan yang kami gunakan. Kami tetap memilih bahan yang berkualitas agar rasa dan tekstur roti tetap terjaga,” jelasnya.

Roti Unyil Masshita menawarkan beragam pilihan rasa.

Untuk varian manis, tersedia rasa cokelat kacang, cokelat keju, blueberry, stoberi, dan nanas.

Baca juga: Mysari Pala: UMKM Bogor yang Mengubah Buah Lokal Jadi Ragam Camilan dan Minuman Unik

Sementara untuk varian gurih, konsumen dapat memilih rasa pizza dan sosis.

Meskipun disebut roti “unyil”, ukuran roti dinilai cukup mengenyangkan oleh banyak pelanggan.

Roti Unyil Masshita kini telah memiliki beberapa cabang yang tersebar di wilayah Bogor.

Cabang tersebut berada di Cikaret, Gang Aceh, Ciapus, Cimahpar, Bojong, dan Ciomas.

Selain melayani pembelian langsung, Roti Unyil Masshita juga menerima pesanan dalam jumlah besar, termasuk dari konsumen di luar wilayah Bogor.

Pesanan dalam jumlah besar biasanya datang untuk kegiatan tertentu, seperti acara keluarga, pertemuan komunitas, hingga kegiatan makan bersama.

Meski demikian, Rona Diara mengakui bahwa tantangan terbesar dalam menjalankan usaha bukanlah membuka cabang baru, melainkan menjaga keberlangsungan usaha agar tetap stabil.

“Memulai usaha itu memang tidak mudah, tetapi mempertahankannya jauh lebih sulit. Kami harus memastikan kualitas produk, ketersediaan bahan, dan kepercayaan konsumen tetap terjaga,” ujarnya.

Ke depan, Roti Unyil Masshita menargetkan pengembangan usaha secara terukur.

Salah satu rencana yang ingin diwujudkan adalah membuka gerai dengan ukuran lebih besar di pusat kota Bogor agar lebih mudah diakses masyarakat.

Rona Diara berharap Roti Unyil Masshita dapat terus berkembang tanpa mengubah prinsip dasar usaha yang telah dijalankan selama lebih dari dua puluh tahun, yaitu menjaga kualitas produk dan harga yang terjangkau.

“Kami ingin usaha ini terus berjalan dan tetap dipercaya oleh konsumen,” tutupnya.

(Riga Fasya Dwi Jamaludin – Politeknik Negeri Jakarta)

Baca Lebih Lanjut
Harga Emas Perhiasan 2 Januari 2026 Rp 14 Juta Persuku, Tetap Jadi Investasi Menjanjikan Tahun Ini
Harga Tiket Taman Safari Bogor Libur Tahun Baru 2026 dan Rute dari Jakarta
Harga Bahan Pokok di Medan Naik di Awal Tahun, Cabai Merah Tembus Rp 40 Ribu per Kilogram
Dilintasi 2.000 Kendaraan Per Jam, Jalur Puncak Bogor Ramai Lancar Jelang Pergantian Tahun Baru
Harga Cabai Rawit di Karimun Naik Menjelang Tahun Baru 2026, Daging Ayam Masih Normal
Harga Emas Hari Ini di Lhokseumawe Naik Rp 105 Ribu, Segini Harga Beli Emas Per Mayam
Harga Emas Hari Ini di Lhokseumawe Naik, Segini Harga Emas Per Mayam dan Rinciannya
Nasib Sopir Angkot Tua di Bogor, Tetap Beroperasi Meski Terancam Diusir: Kita Enggak Tahu
Harga Bawang Merah Turun di Pasar Bersehati Manado Usai Tahun Baru 2026
Update Harga Emas di Bengkulu Selatan Awal Tahun 2026 Rp 2.170.000 Per Gram