SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Diperkirakan sebanyak 30.600 orang kembali dari Pulau Bali menuju Jawa via Pelabuhan Ketapang pada arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Kamis (1/1/2025).
Ini merupakan salah satu pergerakan penumpang tertinggi sejak posko Nataru tahun ini.
Sementara dari sisi kendaraan, ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang mencatatkan jumlah 7.190 unit menyeberang dari Bali ke Jawa melalui lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Menurut ASDP, tingginya penumpang dan kendaraan yang melintas kembali ke Jawa mencerminkan berbaliknya masyarakat pasca libur Nataru seiring bergeraknya kembali aktivitas ekonomi di awal tahun.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo mengatakan, pihaknya masih terus menjaga kesiapsiagaan operasional untuk mengantisipasi potensi peningkatan arus balik pada akhir pekan.
Ia menyebut, awal Januari bukan hanya diwarnai arus balik wisatawan. Tetapi juga peningkatan pergerakan angkutan logistik menuju wilayah Jawa.
“Kami memastikan kesiapan armada, optimalisasi pola operasi, serta penguatan layanan di lintasan utama, termasuk Ketapang–Gilimanuk dan Merak–Bakauheni, agar arus kendaraan tetap terkendali," terang Heru, Jumat (2/1/2026).
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H+7 Natal 2025, total penumpang dari Bali ke Jawa tercatat 427.910 orang atau turun 4,7 persen, dengan total kendaraan 121.364 unit atau naik 1,8 persen.
Sementara total penumpang dari Jawa ke Bali mencapai 413.839 orang atau turun 4,5 persen, dengan kendaraan 110.193 unit atau naik 0,9 persen.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale menjelaskan, tingkat pemanfaatan kuota lintasan Bali–Jawa dan Sumatera–Jawa masih berada di kisaran 21,80 persen.
Kondisi ini menunjukkan kapasitas penyeberangan relatif longgar, sehingga arus balik dapat berlangsung lebih merata dan terkendali.
Pihaknya mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik Natal dan Tahun Baru agar merencanakan perjalanan sejak dini melalui pemanfaatan sistem tiket online Ferizy.
"Saat ini tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan, dan tiket penyeberangan telah tersedia sejak H-60 sebelum keberangkatan," kata Windy.
Pengguna jasa juga diimbau mewaspadai potensi cuaca ekstrem di sejumlah lintasan demi keselamatan bersama. *****