TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda memastikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya lonjakan kasus atau wabah terkait varian influenza A (H3N2) subclade K, yang belakangan ramai diperbincangkan sebagai penyakit Super Flu.
Demikian dibeberkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Dia menjelaskan bahwa istilah "Super Flu" sejatinya tidak dikenal dalam terminologi medis formal.
Fenomena tersebut secara klinis masuk ke dalam kelompok Influenza-Like Illness (ILI), yaitu sekumpulan penyakit dengan gejala yang menyerupai flu pada umumnya.
Baca juga: Super Flu Masuk Indonesia: Ini Gejala, Cara Penanganan, dan Sebaran Kasus di 8 Provinsi
Menanggapi kekhawatiran masyarakat, Ismed menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pengamatan pola penyakit melalui sistem surveilans yang ketat, khususnya terhadap Penyakit Infeksi Emerging (PIE).
"Dinas Kesehatan memiliki sistem surveilans untuk mengamati pola penyakit. Hingga saat ini, laporan dari surveilans tidak menunjukkan adanya peningkatan kasus yang hebat atau tanda-tanda menuju wabah di Samarinda," ujar saat dikonfirmasi TribunKaltim.co via sambungan telepon WhatsApp pada Jumat, (2/1/2026).
Ia menambahkan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh terhadap berbagai penyakit menular, mulai dari demam berdarah hingga infeksi bakteri lainnya.

Khusus untuk kasus influenza di Samarinda, pantauan tim surveilans masih menunjukkan kondisi yang terkendali tanpa ada anomali yang signifikan.
Secara nasional, berdasarkan data genome sequencing terhadap 348 sampel dari 843 spesimen positif influenza, tercatat Influenza tipe A/H1: 152 kasus (44 persen) dan Influenza tipe A/H3: 172 kasus (49 persen).
Dari total tipe A/H3 tersebut, sebanyak 62 kasus (36 persen) diidentifikasi sebagai subclade K.
Meski varian ini telah terdeteksi di beberapa wilayah melalui pengujian laboratorium, Ismed mengimbau warga Samarinda untuk tetap tenang namun waspada.
"Intinya di Samarinda belum ada laporan lonjakan dari tim surveilans penyakit. Kami terus memantau pola penyakit menular agar jika ada potensi wabah, bisa segera dimitigasi," pungkasnya. (*)