TRIBUNTRENDS.COM - Nama Yudo Sadewa, putra dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, belakangan kian sering muncul dalam sorotan publik.
Perhatian itu semakin menguat setelah kehadirannya di sejumlah podcast yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Di usia yang masih sangat muda baru 19 tahun Yudo justru tampil dengan wajah yang jauh dari bayangan umum tentang anak pejabat negara.
Alih-alih melekat pada citra kemewahan, pengawalan ketat, serta kendaraan elite yang kerap diasosiasikan dengan status orang tuanya, Yudo menghadirkan gambaran yang bertolak belakang.
Ia tampil sederhana, bersahaja, dan rendah hati. Sikap inilah yang kemudian memantik kekaguman banyak pihak, sekaligus mematahkan stereotip lama yang selama ini melekat pada anak-anak pejabat publik.
Baca juga: Teka-teki Uang Miliaran Yudo Anak Purbaya: Habiskan Kekayaan untuk Kembangkan AI, Ogah Hidup Glamor
Salah satu sosok yang secara terbuka menyampaikan apresiasi terhadap Yudo Sadewa adalah Gabriel Rey, influencer ternama di dunia kripto yang kerap dijuluki sebagai “triliuner kripto.”
Melalui unggahan di akun X miliknya, Gabriel mengungkapkan kesan mendalam setelah berinteraksi langsung dengan Yudo.
Kekaguman tersebut bermula dari pertemuan mereka dalam sebuah podcast yang tayang di kanal YouTube @Gabrey99 pada 23 Desember 2025.
Dalam perbincangan itu, keduanya mendiskusikan berbagai isu strategis mulai dari dinamika dunia kripto, potensi koin-koin tertentu, hingga prospek pasar saham Indonesia ke depan.
Yudo secara terbuka membagikan pandangannya mengenai aset kripto yang masih ia pegang, sekaligus analisisnya terhadap pergerakan pasar menjelang tahun 2026.
Menariknya, Gabriel mengakui bahwa sebagian besar pandangan Yudo sejalan dengan analisis yang selama ini ia yakini.
Meski diskusi finansial berlangsung serius dan berbobot, hal yang paling membekas bagi Gabriel Rey justru bukan soal angka, grafik, atau prediksi pasar. Yang paling mencuri perhatiannya adalah kepribadian Yudo Sadewa itu sendiri.
Dalam unggahannya, Gabriel menuliskan kekagumannya secara gamblang, sebuah pengakuan yang kemudian ramai dibagikan ulang warganet:
“1st impression ketemu bro Yudo Sadewa jujur saya sangat sangat salut. Baru kali ini ada anak pejabat jalan TANPA protokoler dan ajudan.
Yes, dia datang ke TOPGOLF sendirian hanya dengan sopir dan mobilnya sederhana sekali. dan yang saya paling amaze, attitudenya !! Tidak ada sok-sokan, tidak ada pride.
Murni humble dan mau berbagi ilmu trading buat kita. dan dia sama sekali no party and no alkohol.
Bener-bener salut untuk ukuran anak pejabat saya yakin 1000 persen ini didikan orang tuanya SOLID, props to bapak Purbaya bisa didik anaknya sehumble ini dan mental pekerja keras nggak ngandalin koneksi bapaknya.
Btw bro Yudo full time trader dan duitnya murni dari pasar crypto / saham (tidak ada bisnis lain apapun).” Kutipan tersebut menjadi gambaran utuh tentang bagaimana Yudo dipersepsikan oleh mereka yang bertemu langsung dengannya tanpa kesan sok, tanpa gengsi berlebihan, dan jauh dari perilaku elitis.
Baca juga: Cara Unik Purbaya Didik Yudo hingga Sukses di Dunia Kripto: Ngajarin Ilmu, Tak Pernah Beri Modal
Gabriel Rey juga menegaskan bahwa Yudo Sadewa merupakan full-time trader, dengan seluruh penghasilannya berasal murni dari aktivitas di pasar kripto dan saham.
Tidak ada bisnis sampingan lain, apalagi pemanfaatan koneksi sang ayah sebagai pejabat negara.
Fakta ini semakin memperkuat citra Yudo sebagai pribadi yang mandiri, bermental pekerja keras dan berusaha membangun jalannya sendiri sejak usia belia sebuah hal yang jarang ditemukan, terlebih pada anak pejabat publik.
Kesan serupa ternyata tidak hanya dirasakan oleh Gabriel Rey. Streamer Bigmo juga mengaku terkejut ketika melihat langsung bagaimana Yudo beraktivitas, termasuk soal transportasi yang digunakannya saat mereka bertemu.
"Dia ke sini naik Xmax,"
Tak berhenti sampai di situ, Bigmo mengungkap fakta lain yang semakin membuatnya heran. Yudo ternyata mengendarai motor tersebut seorang diri.
"Dari Bogor nyetir sendiri,"
Bigmo pun menegaskan bahwa selama perjalanan, Yudo sama sekali tidak dikawal atau didampingi protokoler apa pun, sebuah pemandangan yang jarang terlihat dari anak pejabat tinggi negara.
Mendengar cerita Bigmo yang penuh keheranan, Yudo justru menanggapinya dengan tawa santai.
Ia seolah tidak melihat hal itu sebagai sesuatu yang luar biasa.
"Emang kenapa naik motor?"
Ucapan itu membuat Bigmo semakin tak percaya. Dengan nada heran, ia kembali menimpali pernyataan Yudo.
"Lu bayangin naik motor man."
Kesederhanaan Yudo kembali menjadi catatan penting yang meninggalkan impresi kuat.
Di tengah sorotan publik dan status keluarganya, Yudo Sadewa justru tampil sebagai anomali yang menyegarkan.
Bukan karena siapa ayahnya, melainkan karena bagaimana ia memilih menjalani hidupnya sederhana, mandiri, dan rendah hati.
Sosok ini perlahan menjadi bukti bahwa latar belakang keluarga tidak selalu menentukan karakter, dan bahwa nilai didikan bisa berbicara lebih lantang daripada jabatan.
***
(TribunTrends/Jonisetiawan)