TRIBUNBANYUMAS.COM, Banjir bandang yang melanda Aceh dan Sumatera menjadi isu nasional. Ini mengingat dahsyatnya dampak bencana hingga timbulnya banyak korban. 

Potensi banjir bandang sebenarnya bisa terjadi di manapun, terlebih yang di situ terjadi krisis lingkungan. Tidak kecuali di Kabupaten Banjarnegara dan sekitarnya atau Banyumas Raya. 

Ancaman banjir bandang salah satunya dari kondisi kritisnya Bendungan Panglima Besar (PB) Soedirman atau waduk Mrica. 

Kondisi waduk untuk pembangkit listrik itu kini kian mengkhawatirkan. Area tampungan air hanya tersisa 10 persen, alias sebagian besar waduk sudah dipenuhi sedimen. 

Sementara laju sedimen semakin tidak terkendali akibat kerusakan lingkungan yang parah di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu. 

Jika kondisi ini terus berlangsung, keamanan bendungan bisa terancam.

Bendungan berisiko jebol karena beban berlebih. 

Akademisi Universitas Indonesia (UI) Imam Prasojo menyoroti masalah ini hingga menggandeng berbagai pihak, termasuk kepala daerah setempat untuk menyelamatkan waduk Mrica. 

“Kalau jebol, bisa mengancam keselamatan banyak jiwa,”katanya

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini, Kamis 18 Desember 2025

Yang lebih mengkhawatirkan, jika jebol, bendungan Soedirman bukan hanya melimpahkan air ke hilir hingga melahirkan banjir bandang. Tapi juga limpahan sedimen yang efeknya bisa panjang. 

Banjir air bisa bernagsur surut, namun luapan sedimen tidak mudah hilang begitu saja hingga menimbulkan masalah lingkungan, di samping mengancam korban jiwa. 

Karena itu, ia mengajak semua pihak dan stakeholder untuk menganggap serius masalah ini hingga melakukan langkah-langkah konkret agar bencana besar tidak terjadi.

Perbaikan kualitas lingkungan di hulu, termasuk perubahan perilaku petani, menjadi vital untuk mengurangi laju sedimen agar tidak membebani waduk Mrica yang kondisinya sudah sangat kritis.   

 

Karena itu, ia mengajak semua pihak dan stakeholder untuk menganggap serius masalah ini hingga melakukan langkah-langkah konkret agar bencana besar tidak terjadi.

Perbaikan kualitas lingkungan di hulu, termasuk perubahan perilaku petani, menjadi vital untuk mengurangi laju sedimen agar tidak membebani waduk Mrica yang kondisinya sudah sangat kritis.   

 

Baca Lebih Lanjut
Banjir Bandang dan Longsor Hantam Jember, Infrastruktur Publik hingga Rumah Warga Rusak Berat
A
CRYSTAL Bay Sudah Kembali Dibuka! Warga Saling Bantu Bersihkan Sampah dan Kayu Pasca Banjir Bandang
Anak Agung Seri Kusniarti
Tiga Warga Hilang Diterjang Banjir Bandang di Nagan belum juga Ditemukan, Ini Namanya
Sleman Dikepung 11 Potensi Bencana, dari Banjir Bandang hingga Likuifaksi
Banjir Bandang Berulang di Batu Busuk Padang, Nenek 70 Tahun Trauma dan Pilih Mengungsi
Curah Hujan Tinggi, Dua Waduk di Lamongan Meluap dan Rendam Ratusan Hektare Sawah
Cak Sur
Hujan deras, BPBD: Waspada banjir di pinggir sungai-pesisir Lampung
Antaranews
Persalinan Paling Dramatis! Ibu Melahirkan di Perahu Saat Banjir Bandang Aceh, Bayi Sempat Terlilit
Amirullah
PAPDI Cabang Aceh Gelar Pengobatan Massal Bagi Korban Banjir Bandang di Beutong Ateuh Nagan
Muhammad Hadi
Madrasah di Pidie Jaya, Aceh hilang diterjang banjir bandang
Antaranews