TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Berbicara tentang hewan terkuat di dunia, tidak ada satu ukuran mutlak yang bisa digunakan untuk menentukannya.
Kekuatan hewan dapat dinilai dari berbagai aspek, mulai dari ukuran tubuh, kemampuan bertahan hidup di lingkungan ekstrem, hingga keahlian berburu dan mengangkat beban berat. Karena itu, setiap spesies memiliki keunggulan tersendiri dalam hal kekuatan.
Namun, jika kekuatan diartikan sebagai kemampuan fisik murni untuk mengangkat dan menggerakkan beban yang sangat besar, maka gajah masuk dalam daftar teratas hewan terkuat di dunia.
Bahkan, berdasarkan berbagai penelitian ilmiah, gajah Afrika (Loxodonta africana) kerap disebut sebagai hewan terkuat yang hidup di daratan.
Gajah Afrika memiliki tubuh raksasa dengan berat yang bisa mencapai sekitar 6.000 kilogram.
Ukuran tubuh yang luar biasa ini menjadi salah satu faktor utama yang menunjang kekuatan fisiknya. Lantas, apa sebenarnya alasan gajah mendapat gelar sebagai hewan terkuat di dunia?
• KENAIKAN UMP Kota Pontianak 2026, Berapa Besaran Gaji Karyawan Swasta?
Sebagai hewan darat terbesar yang masih hidup hingga saat ini, gajah Afrika juga dikenal memiliki kekuatan fisik yang sangat mengagumkan.
Salah satu bukti kekuatan tersebut adalah kemampuannya mengangkat dan memindahkan beban dalam jumlah yang sangat besar.
Mengutip BBC Wildlife, gajah Afrika diketahui mampu mengangkat beban hingga sekitar 7 ton atau setara dengan 7.000 kilogram.
Di alam liar, kekuatan ini terlihat saat gajah mencabut pohon besar dari akarnya, melempar hewan lain seperti kerbau ketika merasa terancam, hingga menjungkirbalikkan benda-benda berukuran besar.
Hal menarik lainnya, gajah tidak mengangkat benda berat menggunakan kaki, melainkan dengan belalainya.
Belalai gajah merupakan organ yang sangat kuat dan fleksibel, karena tersusun dari sekitar 40.000 otot.
Dengan belalai tersebut, gajah mampu mengangkat beban hingga kurang lebih 359 kilogram.
Sebagai perbandingan, tubuh manusia secara keseluruhan hanya memiliki sekitar 600 otot. Jumlah ini menunjukkan betapa kompleks dan kuatnya struktur otot pada belalai gajah.
Tak hanya belalai, gading gajah yang sebenarnya merupakan gigi seri juga berperan besar dalam kekuatannya. Gading ini dapat digunakan untuk mengangkat atau mendorong benda dengan berat mencapai lebih dari 2.000 pon, atau setara dengan lebih dari 900 kilogram.
Kombinasi tubuh besar, belalai superkuat, dan gading yang kokoh inilah yang membuat gajah Afrika layak mendapat predikat sebagai hewan terkuat di dunia.
• Penampakan Fosil Hewan Purba di Jawa Timur, Gading Gajah Masih Tahap Penggalian !
Karena mengetahui betapa kuatnya tubuh gajah, sebagian manusia menganggap gajah dapat dijadikan alat transportasi atau hiburan dengan cara ditunggangi. Secara kasat mata, beban tubuh manusia memang terlihat sangat kecil dibandingkan bobot gajah yang mencapai beberapa ton.
Namun, anggapan tersebut keliru. Gajah bukanlah kendaraan, dan tubuhnya tidak dirancang untuk membawa beban di punggungnya secara terus-menerus. Banyak gajah yang digunakan untuk tunggangan mengalami tekanan fisik, luka parah, bahkan cedera kronis di bagian punggung dan tulang belakang.
Selain itu, praktik menunggangi gajah sering kali melibatkan pemaksaan dan perlakuan tidak manusiawi. Dalam jangka panjang, hal ini dapat merusak kesehatan fisik maupun mental gajah.
Oleh karena itu, meskipun gajah dikenal sebagai hewan terkuat di dunia, manusia tetap memiliki tanggung jawab untuk memperlakukan mereka dengan bijak. Menjadikan gajah sebagai kendaraan atau sarana hiburan justru dapat menyakiti dan membahayakan kesejahteraan mereka.
Gajah Afrika merupakan contoh nyata hewan terkuat di dunia berkat kemampuan fisiknya yang luar biasa. Namun, kekuatan tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk mengeksploitasi mereka. Menghormati kehidupan satwa liar berarti menjaga habitat dan tidak memanfaatkan mereka di luar kemampuan alami tubuhnya.