BANJARMASINPOST.CO.ID - Hubungan antara selebgram Salmafina Sunan dan youTuber Taqy Malik mendadak bergejolak lagi.
Bahkan, Salmafina Sunan menyentil satu permintaan Taqy Malik yang membuat risih. Dia merasa ada motif tersembunyi.
Memang, Ahmad Taqiyuddin Malik alias Taqy Malik yang baru saja selesai dari permasalahan sengketa tanah dengan sosok pria bernama Sirhan kini harus dihadapkan pada persoalan baru.
Di tengah viralnya kabar Taqy terseret kasus sengketa tanah, warganet pun ramai mengkait-kaitannya dengan Salmafina Sunan, mantan istri sang YouTuber.
Tak tinggal diam saat nama Salmafina kembali disebut-sebut, Taqy Malik memposting obrolan lawas bersama mantan istrinya di tahun 2018 lalu.
Obrolan itu kembali ditunjukan YouTuber 28 tahun itu ke publik kala dirinya viral terseret dalam kasus sengketa tanah delapan kavling senilai Rp9 miliar.
Kuat dugaan Taqy Malik memposting ulang chat itu sebab sang YouTuber ingin membuktikan ke publik bahwa hubungannya dengan Salma sudah baik-baik saja meski keduanya telah bercerai.
Alih-alih mendapatkan simpati, Taqy Malik justru dikecam, pengacara Sunan Kalijaga yang tak lain adalah ayah dari Salmafina.
Saat menjadi bintang tamu acara TV, Pagi Pagi Ambyar, selebgram bernama asli Salmafina Khairunnisa Putri Sunan itu buka suara.
Diakui putri sulung Sunan Kalijaga tersebut bukan kali ini saja Taqy Malik meminta izin untuk mengunggah obrolan mereka ke ruang publik.
"Sebenarnya dia itu sempat beberapa kali bertanya sama aku, sebelum yang viral sekarang ini ya,' boleh nggak aku capture chat kita untuk aku posting', tetapi aku merasa nggak perlu jawab itu," kata Salmafina dikutip dari YouTube TRANS TV Official, Kamis (23/10/2025).
Atas hal itu, wanita yang akrab disapa Alma tersebut menduga adanya maksud lain dari mantan suaminya yang meminta izin melakukan hal demikian.
"Menurut aku dia ada agenda tersendiri, mungkin aku bisa salah, tapi setiap kali dia lagi viral berkaitan dengan aku, pasti dia minta maaf dan minta izin buat capture," bebernya.
Kini Alma pun meragukan ketulusan permintaan maaf dari pria yang pernah menikahinya di tahun 2017 itu.
"Maaf tulusnya di mana?" tembak selebgram 26 tahun itu.
Di tahun 2017 lalu, Salmafina dan Taqy Malik sempat menjalani biduk rumah tangga bersama.
Keduanya mantap memutuskan menikah setelah menjalani proses taaruf.
Saat menjalani rumah tangga, Salma dan Taqy juga harus menjalani hubungan jarak jauh Indonesia dan Mesir.
Sebab pada saat itu Taqy masih berkuliah di Mesir.
Sayangnya rumah tangga keduanya hanya bertahan dua hingga tiga bulan saja.
Pernikahan putrinya dan Taqy yang begitu singkat itu ternyata masih menyisakan luka mendalam bagi Heidy Sunan, ibunda Salma.
Dalam jumpa persnya beberapa waktu lalu, Heidy mengatakan dirinyalah salah satu orang yang patut disalahkan atas terjadinya pernikahan Salma dan Taqy.
"Kalau mau ditarik ke belakang, saya mungkin orang yang harus disalahkan juga makannya terjadi pernikahan mereka waktu itu," kata istri Sunan Kalijaga itu dikutip dari YouTube Reyben Entertainment.
Dengan nada suara bergetar, Heidy mengaku masih belum bisa memaafkan apa yang dilakukan Taqy terhadap putrinya.
"Mungkin saya sebagai manusia tidak baik, tapi izinkan saya menagih rasa sakit ini nanti di akhirat sana."
"Saya juga sudah sampaikan langsung ke Salma, saya sesakit itu," imbuhnya.
Bahkan sambil menahan tangis, ibu dua anak itu meminta Salma menutup seluruh akses komunikasinya dengan Taqy Malik.
"Tolong block, semua akses yang bisa berhubungan dengan manusia tersebut dalam bentuk apa pun untuk Ibu," pungkas Heidy Sunan.
Kasus yang menyeret nama Taqy Malik ini bermula saat dia membeli delapan kavling dari Sirhan, pada 2022, dengan kesepakatan Rp9 miliar.
Nilai itu merupakan harga beli kavling, termasuk rumah contoh yang sudah dibangun.
Dua dari delapan kavling yang dibeli Taqy itu kemudian dibangun Masjid Malikal Mulky.
Sayang, Taqy yang baru membayar Rp2,2 miliar, tak kunjung melunasi hingga pihak Sirhan menempuh jalur hukum dengan menggugat wanprestasi suami Sherel Thalib.
Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat, telah menyatakan Taqy harus mengembalikan sisa tanah yang belum dibayar kepada Sirhan pada Mei 2025.
Alih-alih mengembalikan tanah, Taqy justru menggalang dana dengan dalih pembebasan lahan Masjid Malikal Mulky pada Juli 2025, setelah Mahkamah Agung (MA) memutus inkrah kasusnya.
Pihak Sirhan sempat memberikan pilihan kepada Taqy untuk mempertahankan Masjid Malikal Mulky.
Namun, menurut pihak Sirhan, Taqy justru lebih memilih rumahnya.
"Ambil (masjidnya) agar uang umat amanlah, kasihan kan yang sudah sumbang kan nyari pahala. Kasihan dong kalau hilang amal mereka kan kasihan," terang kuasa hukum Sirhan, Novel, dikutip dari YouTube Richard Lee, Rabu (8/10/2025).
Tetapi, lewat unggahannya di Instagram, Rabu, Taqy menegaskan akan merobohkan Masjid Malikal Mulky dan menjual rumahnya.
Ia mengatakan akan mengikuti putusan pengadilan secara baik dan berencana melakukan pengosongan pada Sabtu (11/10/2025) besok.
"Dan sebagai warga negara yang baik, insyaAllah ya kita sudah siap, saya ikhlas kalau memang ternyata perjuangan Malikal Mulky berhenti sampai di sini tidak masalah."
"Tapi insyaAllah akan tumbuh Malikal Mulky yang lain di pelosok negeri ini," ujar Taqy.
"Saya insyaAllah akan mengikuti putusan itu secara baik dan akan melakukan pengosongan pada Sabtu, 11 Oktober 2025 sore."
"Nah, termasuk juga dengan rumah ini. Rumah ini juga nanti akan kita jual dan uangnya akan kita serahkan kepada pondok-pondok atau masjid-masjid yang membutuhkan, di pedalaman, apa pun itu. Jadi uang amal teman-teman insyaAllah tidak akan hilang," urai dia.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)