Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNCIREBON.COM, PANGANDARAN - Bagi para pecinta alam dan pencari petualangan, Citumang di Pangandaran, Jawa Barat menjadi destinasi yang tidak boleh dilewatkan.
Di lokasi Citumang ini terkenal dengan sungainya yang jernih berwarna biru kehijauan dan pesona alam yang masih asri.
Selain itu, wisata Citumang menawarkan pengalaman seru melalui paket body rafting yang harganya terjangkau dan dipenuhi fasilitas.
Paket body rafting di Citumang dirancang untuk berbagai kalangan, mulai keluarga kecil, rombongan teman hingga grup besar.
Sementara untuk harga paket body rafting semakin banyak peserta, uang biaya yang dikeluarkan akan semakin hemat.
Dengan harga yang sangat ramah di kantong, para wisatawan pun akan mendapatkan sejumlah fasilitas tanpa biaya tambahan.
Mulai tiket masuk kawasan wisata, asuransi keselamatan, peralatan body rafting lengkap (pelampung, helm, sepatu air), pemandu berpengalaman dan ramah.
Dokumentasi foto/video selama rafting, P3K untuk kondisi darurat, terapi ikan alami di sungai, berenang sepuasnya di aliran sungai Citumang yang tenang, dan makan 1 kali dengan menu khas Sunda.
Menu khas Sunda ini berupa nasi liwet yang enak dan lezat. Setelah puas bermain air dan menantang adrenalin, nasi liwet ini cocok disantap bersama keluarga maupun teman.
Menu yang ada pada nasi liwet yakni, ayam bakar atau ayam goreng, cak kangkung, tahu dan tempe goreng, sambal dua macam, lalapan segar, ikan asin dan ditambah minuman teh hangat atau air mineral.
Dengan suasana alam terbuka dan udara segar, makan bersama ini menjadi momen kebersamaan hangat dan menyenangkan.
Seorang penggiat wisata di Pangandaran, Kusnadi, mengatakan, paket wisata di Citumang itu cocok untuk semua kalangan wisatawan.
"Biasanya, rombongan keluarga yang liburan, komunitas yang ingin bonding, ada juga perusahaan gathering. Jadi, cocok pisan," ujar Kusnadi kepada Tribun Jabar melalui WhatsApp, Minggu (28/9/2025) siang.
Apalagi ditambah keindahan pemandangan yang hijau, udara segar, dan suara gemericik air sungai yang menjadi latar alami.