BANJARMASINPOST.CO,ID-Tinggal di Kota Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Muhammad Anis SPd (34) sibuk bekerja di berbagai tempat, bahkan luar daerah. Kesehariannya itu adalah untuk memenuhi pesanan jasa fotografi. Profesi ini dijalaninya bersama istri, yang menyediakan jasa make-up artist (MUA)
Kedua memang bersama sejak menjadi guru honorer di Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kandangan. Namun dalam perjalanan, mereka memutuskan untuk alih profesi.
Anis tidak serta-merta memiliki keahlian di bidang fotografi. Semua dipelajarinya saat menjadi guru di SLB dari 2009 sampai 2018.
Bagi warga Jalan Pemuda Kandangan Kota ini, terjun ke industri fotografi hingga memiliki studio foto di HSS dan Tapin adalah ketidaksengajaan.
Dari mencoba-coba sampai akhirnya memantapkan diri sebagai fotografer profesional dengan berbagai jasa layanan seperti foto keluarga, wedding organizer (WO), kelahiran, model, newborn photography, videography dan photobox.
Semula ia mencoba memfoto model dan kemudia membeli kamera Canon 1100 D. Merasa hasilnya kurang maksimal, Anis membeli peralatan pendukung lainnya secara bertahap.
“Tapi waktu itu keahlian belum maksimal. Akhirnya perlahan belajar dengan fotografer senior hingga kemudian berani memulai jasa fotografi. Pelanggan awalnya adalah teman dekat. Ternyata banyak pesanan hingga akhirnya membuka foto studio pada 2012,” katanya, Jumat (19/9).
Anis pun terus belajar bahkan mengikuti workshop, pelatihan berbayar dan mengambil pengalaman dari para senior.
Kendati beberapa kali ‘Simanis Studio’ berpindah, Anis berhasil mengembangkan usahanya. Dia bahkan membuka studio cabang di Rantau, Kabupaten Tapin.
Pada 2018, Anis memantapkan diri berhenti menjadi guru SLB. Sedangkan istrinya keluar pada 2020 untuk menjalankan usaha jasa MUA.
“Semuanya ini bisa dikatakan berangkat dari tuntutan kebutuhan hidup dan terus mencoba. Untuk mejadi fotografer profesional, saya mengikuti uji kompetensi, sertifikasi nasional dari kementerian. Hal ini karena ada kondisi tertentu yang mengharuskan fotografer memiliki sertifikat,” bebernya.
Tidak sendiri, Simanis Studio yang dijalankan Anis bersama istri juga mempekerjakan anak muda di HSS. Industri miliknya kini memiliki sekitar 20 karyawan tetap dan 20 freelance dan menjadi lokasi tujuan siswa magang dengan jurusan desain komunikasi visual. (banjrmasinpost.co.id/adiyat ikhsan)