Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Kejadian penusukan hingga tewas yang dialami Resta Surya Andriano (19) bermula saat korban sempat cek-cok dengan terduga pelaku di tempat kos temannya, Selasa (26/8/2025) dini hari.

Momen berdarah yang menewaskan pemuda asal Dukuh Mojoasri, Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali terjadi sekira pukul 04.30 WIB.

Cek-cok antara pelaku dan korban sebenarnya sempat dilerai oleh teman lain yang berada di kosan tersebut.

"Minum di kos. Terus cekcok (dengan pelaku) terus di pisah sama temannya," kata Surono (43), paman korban saat ditemui di rumah duka.

Bahkan agar tak terjadi keributan lagi, pelaku pun kemudian diminta pulang duluan.

Namun, ternyata pelaku tak langsung pulang.

Pelaku menunggu di sekitar lapangan, yang merupakan jalan pulang korban.

Beberapa saat kemudian, korban pun pamitan pulang.

"Sekitar jam 02.30 WIB itu. Resta (korban) pulang," ujar Surono.

Temannya, sebenarnya sudah mengingatkan korban untuk tak pulang.

Sebab, temannya sudah punya firasat tak baik.

Khawatir pelaku yang dalam kondisi penuh amarah akan berbuat nekat.

Temannya yang tak bisa mencegah korban untuk pulang, hanya bisa meminta untuk memberi kabar ketika sudah sampai di rumah.

Korban yang tak juga memberikan kabar pun akhirnya menyusul korban pulang.

Benar saja, teman-temannya menemukan korban dalam kondisi terkapar di pinggir jalan dekat lapangan.

TKP PEMBUNUHAN. Tim Inavis melakukan olah TKP kejadian di Lapangan Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Selasa (26/8/2025). Ini terkait tewasnya seorang pemuda asal Dukuh Mojoasri, Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak tewas, Selasa (26/8/2025).
TKP PEMBUNUHAN. Tim Inavis melakukan olah TKP kejadian di Lapangan Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Selasa (26/8/2025). Ini terkait tewasnya seorang pemuda asal Dukuh Mojoasri, Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak tewas, Selasa (26/8/2025). (Tribun Solo / Tri Widodo)

Korban sudah terkapar dengan kondisi luka tusukan di tubuhnya.

"Temannya kan menyusul. Resta sudah terkapar. Langsung dibawa ke rumah sakit," ungkap Surono.

Surono yang mendapat kabar dari temannya kemudian mendatangi RSUD Fatmawati Solo.

"Saya sampai di rumah sakit. (Resta) Sudah meninggal," pungkas Surono. 

Diketahui di lokasi tersebut memang cukup sepi dan gelap saat malam hingga dini hari.

Diduga aksi penusukan tersebut tidak diketahui oleh warga sekitar.

Lokasinya di Kecamatan Ngemplak berada di bagian timur Kabupaten Boyolali, berbatasan langsung dengan Kota Surakarta (Solo) di sisi selatan.

Jarak dari pusat Kota Boyolali sekitar 30 km ke arah timur.

Kecamatan ini juga dekat dengan Bandara Internasional Adi Soemarmo karena sebagian wilayah bandara masuk dalam kawasan Ngemplak.

(*)

Array
Baca Lebih Lanjut
Dipicu Perselisihan, Pemuda 19 Tahun di Balikpapan Tewas Ditusuk
Edi Nugroho
Kronologi Pria di Brebes Tewas Usai Jatuh dari Sound Horeg saat Betulkan Tali Sepatu, Karnaval HUT ke-80 RI Berujung Maut
Fidiah Nuzul Aini
Korban tewas kebakaran di Kalideres sempat teriak minta tolong
Antaranews
Kronologi Wanita di Lombok Tewas Dicor Pacar di Dalam Rumah, Korban Hilang 13 Hari hingga Sempat Rencana Menikah
Widy Hastuti Chasanah
Kronologi Penangkapan Otak Pembunuh Kacab Bank BUMN, Sempat Ada Adegan Kejar-kejaran Bak Film Action
Siti M
KRONOLOGI Mahasiswi Asal Jombang Jatuh Hingga Luka saat Dijambret di Jolotundo Surabaya
Titis Jati Permata
Pilu Revan Bantu Ibu di Sawah Tetiba Pusing Hebat, Muntah-muntah ke Rumah Sakit, Nyawa Tak Tertolong
Mardianita Olga
Kronologi Kecelakaan Maut di Jalan Tol, Penumpang Panther Terbalik Keluar Mobil Disambar Avanza
Rival al manaf
Rumah di Ketitang Boyolali Terbakar, Warga Panik Berlarian Lihat Asap Membumbung Tinggi
Ryantono Puji Santoso
Kronologi Asisten Sutradara Emily in Paris Dikabarkan Meninggal Dunia, Sempat Ambruk di Lokasi Syuting
Mia Della Vita