SajianSedap.com - Ikan lele jadi salah satu ikan air tawar yang ekrap dikonsumsi.

Selain mudah diolah, harga lele dibanding dengan ikan air tawar lain memang lebih terjangkau.

Bahkan Anda bisa makan kenyang hanya dengan sepriing nasi dan lauk lele saja.

Tidak heran kan warung pecel lele menjamur di berbagai sudut, dari mulai kaki lima hingga restoran mewah.

Meski ada yang menganggap lele adalah ikan yang tidak sehat, tidak sedikit yang masih menjadikan lele jadi ikan favorit.

Jika diolah secara tepat, lele pada dasarnya memiliki kandungan gizi yang sehat.

Lele bisa menjadi sumber protein dan vitamin D yang baik untuk kesehatan.

Namun mengolah lele ini gampang-gampang susah.

Lele tidak memiliki sisik ikan seperti pada umumnya ikan air tawar.

Nah saat mengolahnya, biasanya lele akan susah dipedang dan dibersihkan karena pada tubuhnya ada lendir yang membuatnya licin.

Nah rupanya ada 3 bahan yang bisa Anda gunakan untuk membersihkan lendir pada ikan lele ini loh.

Cara Menghilangkan Lendir Lele

Bagi Anda yang sering mengolah lele di rumah, apsti sering dong kesulitan untuk membersihkannya karena badannya yang licin.

Jika Anda kebingungan mencari cara untuk menghilangkan lendir lele, ternyata bahan yakni garam, kunyit dan asam jawa bisa jadi solusinya.

3 bahan ini akan membantu Anda menghilangkan lendir pada lele.

Lantas bagaimana caranya?

Lumuri ikan lele yang telah disiangi dengan campuran 1/2 sendok makan garam, 2 ruas ibu jari asam Jawa, serta 1/4 sendok teh bubuk kunyit.

Kemudian diremas dengan kurang lebih 2-3 sendok makan air.

Biarkan 10 menit, lalu bilas kembali dengan air.

Kunyit yang dicampurkan juga bisa menghilangkan bau amis serta bau lumpur pada lele.

Tentunya olahan lele Anda tak akan lagi bau lumpur dan amis.

Anda juga bisa menyiramkan air hangat apda lele sebelaum diolah.

Alih-alih menggunakan air baisa, air hangat bisa membantu menghilangkan lendir pada ikan lele.

Tips Memilih Ikan Lele Segar

Untuk diketahui, memelihara lele tidak bisa sembarangan jika ingin berhasil panen.

Kolamnya harus bersih dan terlindung dari matahari serta hujan.

Kecukupan oksigen bagi ikan lele di dalam kolam juga harus terus dipantau.

Jadi, tudingan bahaya makan ikan lele seperti menyebabkan kanker sudah tidak lagi relevan jika lele yang dikonsumsi dari peternakan lele profesional dan baik.

Jadi selama ikan lele yang dikonsumsi berasal dari peternakan lele domestik yang aman, tak ada bahaya makan ikan lele.

Lain halnya apabila ikan lele berasal dari perairan yang telah mengalami pencemaran ekstrem, tentu hal itu membahayakan kesehatan.

Karena itu sebelum membeli ikan lele, baiknya pahami dan crosscek hal berikut ini.

Artikel ini akan berlanjut setelah video berikut ini:

1. Bau lumpur

Sebelum mengonsumsi lele goreng yang menggiurkan, cari tahu dari mana asal usul ikan lelenya, ya.

Umumnya, ikan lele dipanen dari peternakan sebelum dikirim untuk penjualan, seperti ke pasar.

Sebagian besar ikan lele yang dikonsumsi berasal dari peternakan lele domestik.

Tentunya, ikan lele yang dibesarkan di peternakan merupakan sumber protein yang bersih dan aman dikonsumsi.

Hal ini tentu berbanding terbalik dengan ikan lele yang ditangkap di perairan bebas.

Perbedaan dari lele peternakan dengan lele perairan bebas adalah rasa lele peternakan tidak identik dengan bau lumpur.

Selain itu, lele yang tidak dipelihara di peternakan, bisa saja rentan menyebabkan kanker.

Sebab, bisa jadi ada paparan polusi dari perairan tempat lele hidup.

2. Membeli dan mengolah ikan lele

Cari lele yang masih segar dan tidak mengeluarkan bau amis, darah, atau perubahan warna.

Apabila ikan lele tidak langsung diolah, simpan di lemari pendingin atau freezer untuk menjaga kualitasnya.

Untuk memprosesnya, salah satu resep yang paling umum adalah membuat lele goreng.

Sebisa mungkin, gunakan minyak yang sehat seperti canola oil.

Pastikan tidak menggunakan minyak bekas, minyak yang sudah terkena suhu tinggi.

Jangan lupa bersihkan lele sebelum diolah.

3. Daging ikan lele bertekstur lembek

Daging ikan yang keras ini bisa mengindikasikan pakan yang ia konsumsi.

Misalnya daging ikan yang lembek, bisa jadi ikan tersebut mengonsumsi jeroan.

4. Pergerakan ikan pasif

Anda pastikan untuk membeli ikan yang masih hidup.

Amati pergerakannya, ikan yang pergerakannya lincah lebih disarankan untuk dikonsumsi daripada ikan yang pegerakannya pasif.



5. Ada kerusakan fisik

Salah satu standard dari kementerian kelautan tentang Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB), disebutkan bahwa karamba dan jaring ikan haruslah dalam kondisi yang baik.

Sehingga, lele akan hidup dan dijaga dalam kondisi yang tidak menyebabkan kerusakan fisik atau kontaminasi.

Nahitulah cici-ciri lele tak layak kosnumsi yang sebaiknya Anda perhatikan ya.

Semoga informasi ini bermanfaat.

Array
Baca Lebih Lanjut
Tips Membuat Sate Kambing Empuk dan Bumbu Meresap Saat Idul Adha
Grid Content Team
Cara Merebus Babat Sapi Agar Tidak Prengus dan Pahit, Pakai 3 Trik Ini
Konten Grid
Cara Ampuh Hilangkan Lem Korea di Tangan, Bukan Cuma Pakai Air
Konten Grid
Cara Mudah Mengempukkan Daging untuk Sate, Cukup Balur dengan 1 Bahan Ini
Konten Grid
Biar Bikin Betah, Ini Dia Cara Membuat Rumah Beraroma Segar dan Wangi
Timesindonesia
Tips Bikin Es Matcha Latte Enak Hanya Pakai 2 Bahan
Detik
Cara Ampuh Membersihkan Noda Saus di Kaos, Gunakan Bahan Dapur Ini Agar Tak Tinggalkan Bekas
Grid Content Team
Gorengan Pakai Minyak Babi Lebih Garing dan Gurih? Ini Kata 2 Chef
Detik
3 Tips Mengolah Sumsum Tulang Sapi Supaya Empuk dan Lembut
Konten Grid
6 Cara Mengusir Ular dari Rumah, Bisa Pakai Benda yang Ditakuti Ular
Detik