Grid.ID- Berikut kronologi pendaki meninggal dunia di Gunung Lawu, sebuah insiden yang mengguncang komunitas pecinta alam. Petualangan mendaki yang seharusnya menjadi momen penuh semangat berujung duka.
Seorang pendaki bernama Ricky Gumilar (41), warga asal Bandung yang berprofesi sebagai karyawan swasta, ditemukan meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Lawu pada Sabtu (10/5/2025). Peristiwa ini mengundang perhatian berbagai pihak, mulai dari relawan, BPBD Karanganyar, hingga tim medis.
Pendakian Dimulai dengan Rombongan Besar
Mengutip Kompas TV, Minggu (11/5/2025), kronologi kejadian bermula ketika Ricky Gumilar melakukan pendakian Gunung Lawu bersama 19 rekannya pada Sabtu pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka memulai perjalanan melalui jalur pendakian Cemoro Kandang, Karanganyar, Jawa Tengah.
Segalanya berjalan normal hingga menjelang sore hari, ketika petugas basecamp menerima laporan darurat yang menyebutkan salah satu pendaki dalam kondisi tidak sadarkan diri.Relawan bernama Budi mengungkapkan, pada pukul 16.30 WIB petugas basecamp menerima laporan seorang pendaki bernama Ricky Gumilar (41) pingsan di pos bayangan atau di bawah Pos 3.
"Laporan masuk itu karena korban ambruk, pingsan," kata Budi. Ia lanjut mengatakan, upaya pertolongan pertama sempat dilakukan oleh porter dan rombongan pendaki.
Namun, melihat kondisi korban yang berat, tim basecamp segera mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan penanganan lebih lanjut.Tim TRC kemudian diberangkatkan dari basecamp sekitar pukul 17.25 WIB.
Setibanya di lokasi, tim medis segera melakukan pengecekan terhadap kondisi korban. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Ricky Gumilar sudah dalam kondisi kode hitam, atau meninggal dunia.
Situasi ini langsung dikonfirmasi ke tim basecamp dan dilakukan koordinasi lanjutan dengan Basarnas, Polsek, Forkopimcam, serta seluruh relawan yang terlibat. Sekitar pukul 20.00 WIB, koordinasi evakuasi lanjutan digelar untuk memastikan jenazah bisa segera dibawa turun.
Evakuasi di Tengah Cuaca Buruk dan Medan Sulit
Tim gabungan berjumlah sekitar 30 orang diberangkatkan dari basecamp pada pukul 17.25 WIB. Mereka membawa peralatan medis dan berupaya menjangkau lokasi korban secepat mungkin.
Namun, proses evakuasi tidak berjalan mudah.
Proses evakuasi jenazah memakan waktu yang sangat panjang. Menurut laporan Kompas.com, tim evakuasi masih tertahan di sekitar Pos 3 sampai padaMinggu (11/5/2025) pukul 01.00 WIB.
Medan yang licin dan medan menanjak terus menghambat laju tim. Barulah, sekitar pukul 06.45 WIB, tim bersama jenazah tiba di Pos 1 dan akhirnya sampai di basecamp Cemoro Kandang pada pukul 07.00 WIB. Jenazah kemudian dibawa melewati area Sakura Hills menuju Puskesmas Tawangmangu sebelum akhirnya dikirim ke RSUD Karanganyar.
Identitas Korban Sempat Terkendala
Awalnya, pihak relawan sempat mengalami kesulitan mengidentifikasi asal-usul korban karena KTP milik salah satu rombongan tertinggal di mobil. Dugaan sempat mengarah ke Tangerang, namun setelah diverifikasi lebih lanjut, korban dipastikan berasal dari Bandung.
"Kemarin kami spekulasi dari Tangerang karena KTP dari salah satu 23 orang yang ditinggal di pos induk. KTP Korban masih di mobil. Tapi korbannya dari Bandung," kata diaHendro Prayitno.
Jenazah Ricky saat ini berada di RSUD Karanganyar menunggu diambil oleh pihak keluarga.Kronologi pendaki meninggal dunia di Gunung Lawu yang menyedihkan ini menambah daftar peristiwa duka di kalangan pendaki Indonesia.